SuaraSurakarta.id - Kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo akan mengusulkan dan mengajukan Sinuhun Paku Buwono PB XI dan XII sebagai pahlawan nasional.
Seperti diketahui sejauh ini PB VI dan PB X yang sudah ditetapkan sebagai pahlawan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Hal ini disampaikan oleh salah satu putri PB XII, GKR Koes Moertiyah Wandasari (Gusti Moeng).
"Sinuhun PB X ini dari Mataram Surakarta yang sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional, sebelumnya juga ada PB VI yang sudah ditetapkan. Kami juga sebetulnya mengusulkan bapak (PB XII) dan pastinya PB XI," terang dia saat ditemui, Kamis (24/10/2024).
Gusti Moeng menjelaskan ternyata PB XI itu ada jejak perjuangannya. Beliau merupakan raja pertama yang membentuk parlemen.
"Jadi bapak legislatif itu PB XI. Zaman PB X, beliau masih Hangabehi ternyata mengusulkan pada PB X agar membentuk satu semacam parlemen dan legislatif," ungkapnya.
"Itu mestinya memberikan pertimbangan kepada raja. Karena dulu raja itu memegang kekuasaan tertinggi," lanjut dia.
Kalau untuk PB XII, lanjut dia, sebagai raja yang pertama di dunia yang mengakui dan mendukung berdirinya Republik Indonesia padahal pada waktu itu PBB belum ada.
Bahkan mengeluarkan Maklumat 1 September 1945, yang mana sebagai Raja di Keraton Kasunanan Surakarta menggabungkan wilayah kerajaannya ke dalam NKRI.
Baca Juga: Keraton Solo Memanas: Kubu PB XIII Laporkan Pengeroyokan Saat Pembukaan Sekaten ke Polisi
"Untuk persyaratan PB XII sudah siap, kalau PB XI baru kami kumpulkan. Sebetulnya kalau bapak (PB XII) tidak usah dicari-cari dan sudah jelas, Muri nya sudah dapat terus maklumat jelas 1 September 1945," paparnya.
Gusti Moeng mengakui usul itu harus seluruhnya persyaratan dipenuhi. Secepatnya persyaratan-persyaratan tersebut akan dipenuhi.
"Itu kan ada waktu tertentu nya, kalau tidak bisa tahun ini maka tahun depan. Kami akan mencoba terus," sambung dia.
Gusti Moeng menjelaskan PB VI dan PB X sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah sebelumnya.
Peran PB X itu menyatukan atau melobi kerajaan-kerajaan dari mulai Nias sampai Ende.
"Kami sebagai cicit dari PB X itu yang memulai perjalanan beliau untuk mempersiapkan berdirinya sebuah negara baru yang disepakati oleh kerajaan-kerajaan di Nusantara. Baru PB XI yang membentuk BPUPKI terus PB XII lah yang mengeksekusi untuk bersama-sama dengan kerajaan lain," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Morinaga Soya Lanjutkan Soyalympic ke Yogyakarta dan Solo, Ajak Anak Berani Bereksplorasi
-
Isak Tangis Iringi Kepulangan Guntur, ABK Kapal Virgo Transport 8 yang Ditemukan di Dalam Kamar
-
Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten
-
BRI Peduli Wujudkan Harapan Murid Ini, Tak Lagi Terhalang Banjir Rob Saat ke Sekolah
-
Pengurus Cabang ORADO Kota Surakarta Dikukuhkan, Siap 'Memintarkan Indonesia' Lewat Olahraga Domino