SuaraSurakarta.id - Salah satu putri raja Keraton Solo. Sinuhun Paku Buwono atau PB XIII, Gusti Raden Ayu (GRAy) Putri Purnaningrum ikut menanggapi peristiwa yang terjadi saat upacara adat pembukaan perayaan sekaten yang ditandai ditabuhnya gamelan sekaten, Senin (9/9/2024).
Gusti Putri menyebut bahwa Sinuhun PB XII sempat berpesan sejelek apapun raja, secacat apapun atau dalam kondisi apapun seorang raja, keraton masih dipimpin oleh seorang raja.
"Jadi kedudukannya di sini adalah, beliau masih lenggah. Jadi apapun beliau memberikan dawuh dan itu dawuhnya berlaku," terangnya saat jumpa pers di Sasana Narendra, Jumat (13/9/2024).
Gusti Putri menjelaskan yang lenggah saat ini masih ada sinuhunnya dan masyarakat harus paham itu. Sekarang ini masih ada raja yang memimpin Keraton Kasunanan Surakarta.
"Yang lenggah saat ini masih ada sinuhun. Masih ada rajanya, jadi tidak bisa melakukan sekonyong-konyong tugas-tugas yang ada di dalam keraton," ungkap dia.
Menurutnya tentunya yang ada di dalam upacara adat di keraton melakukan sendiri. Tanpa koordinasi atau dawuh dalem itu sudah termasuk makar atau melanggar dawuhnya sinuhun.
"Jadi sinuhun itu masih lenggah, masih bisa memberikan dawuh. Dawuh itu seharusnya bisa dihormati oleh pelaku adat yang ada di keraton," jelasnya.
Gusti Putri mengatakan mau bagaimana pun pesan beliau PB XII itu masih sangat dipegang terutama wayah-wayah dalem, putra dalem yang masih.
"Pesan beliau PB XII masih sangat-sangat kami ugemi terutama wayah dalem dan putra dalem," sambung dia.
Baca Juga: Pasar Malam Sekaten Jadi Polemik: Raja Keraton Solo vs Event Organizer, Siapa yang Salah?
Sementara itu Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, KP Dani Nur Adiningrat mengatakan bahwa sudah jelas dalam Kepres Nomor 23 tahun 1988 kalau Keraton Kasunanan Surakarta dipimpin oleh Sinuhun. Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya.
"Keraton ini adalah masyarakat hukum adat yang masih hidup, masih ada raja yang merupakan pemegang otoritas tertinggi. Ini dihormati oleh negara," tandasnya.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Jokowi Setuju Usulan Abraham Samad Minta Pengembalian UU KPK yang Lama
-
Polres Sukoharjo Ringkus Pengedar Sabu di Gatak, Amankan 4,39 Gram Paket Siap Edar
-
Gebrakan Global! Pegadaian Sabet Penghargaan Internasional Lewat Inovasi Sukuk dan Social Bonds
-
5 Fakta dan Kronologi Pramugari Bus Indorent Cantika Meninggal dalam Kecelakaan Tol SoloNgawi
-
30 Ide Kado Valentine untuk Suami: Berkesan, Fungsional, dan Penuh Makna