SuaraSurakarta.id - Pawai obor api Pekan Paralimpiade Nasional atau PEPARNAS 2024 Solo disambut berbagai pertunjukan kesenian tradisional telah memasuki wilayah Soloraya.
Penampilan dari para penari penyandang disabilitas ini menyemarakkan rangkaian perjalanan obor api yang dimulai pada Sabtu (28/9/2024) hingga Minggu (29/9/2024).
Setelah upacara pengambilan api pertama yang dilakukan di situs Api Abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan, rombongan pawai obor bergerak menuju Kabupaten Boyolali.
Obor api ini diarak dari Museum R Hamong Wardoyo menuju Pendopo Kabupaten Boyolali. Atlet para taekwondo asal Boyolali, Wahyu Nur Saputri, yang ditunjuk sebagai pembawa obor, menyerahkannya kepada Wakil Bupati Boyolali, Wahyu Irawan.
Didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Wahyu Irawan kemudian menyulut kaldron yang ditempatkan di depan Pendopo. Di lokasi ini, rombongan pawai obor api mendapatkan sajian kesenian tradisional, yakni Tarian Topeng Ireng.
Ketua Pelaksana PEPARNAS XVII Tahun 2024, D.B. Susanto, melayangkan apresiasi untuk penampilan yang disajikan masing-masing daerah dalam menyambut pawai obor ini. Yang lebih spesial, pertunjukan kesenian ini turut melibatkan penyandang disabilitas.
"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten setempat atas dukungan yang sudah diberikan. Sambutan yang diberikan sangat luar biasa karena menampilkan kesenian-kesenian yang luar biasa," kata D.B. Susanto.
"Semua daerah menampilkan kesenian yang dibawakan oleh saudara-saudara kita yang tuna rungu dan tuna grahita. Walaupun mereka tidak ikut bertanding, tetapi memberikan semangat kepada saudara-saudara yang bertanding di PEPARNAS XVII," lanjutnya.
Secara khusus, Kabupaten Boyolali menyuguhkan Tarian Topeng Ireng. Kesenian tradisional ini melibatkan tujuh penampil yang terdiri dari siswa tuna rungu dan tuna grahita dari Sekolah Luar Biasa (SLB) YPCM Boyolali.
Baca Juga: Pebisnis Soloraya Diajak Jadi Ahli Meta Ads, Bisnis Auto Laris, Begini Caranya
"Saya merasa senang bisa ikut terlibat dalam acara pawai obor api ini. Semoga, acara PEPARNAS XVII Tahun 2024 ini bisa berjalan dengan sukses. Semangat!," ujar salah satu penampil, Muhammad Oktavian Rahmadani.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan di Kabupaten Boyolali, rombongan pawai obor PEPARNAS XVII kemudian melanjutkan perjalanan menuju destinasi berikutnya, yakni Kabupaten Karanganyar.
Atlet para atletik putra daerah, Ammar Hudzaifah, yang ditunjuk menjadi pembawa obor, berlari dari Alun-alun Boyolali menuju Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Kedatangan obor api ini disambut Tari Bambangan Cakil dari SLB Negeri Karanganyar.
Ammar Hudzaifah kemudian menyerahkan obor kepada Penjabat (Pj) Bupati Karanganyar, Timotius Suryadi. Seusai menyalakan kaldron dengan obor tersebut, rombongan pawai obor api ini kembali dimanjakan dengan pertunjukan Tari Karang Tumandang dari Sanggar Pancawigati.
Melihat berbagai sajian pada agenda ini, Timotius Suryadi merasa bangga dengan antusiasme siswa-siswi SLB Negeri Karanganyar yang sangat bergairah dalam menyajikan tari tradisional tersebut. Ini membuktikan antusiasme yang besar dalam menyambut hadirnya PEPARNAS XVII ini.
"Dalam penyambutannya, kami memberdayakan adik-adik kita dari SLB Negeri Karanganyar. Ternyata mereka luar biasa, karena menunjukkan potensinya. Jadi, kita bisa melihat bagaimana mereka dengan antusias dan senang hati mendukung kegiatan ini," ujar Timotius Suryadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Ahli Waris Protes Keras Rencana Revitalisasi Kawasan Sriwedari, Berpotensi Rugikan Keuangan Negara
-
Duh! Viral Warung Bakso di Klaten Kenakan Tarif AC ke Pembeli
-
Kisah Warga Jatirejo Solo: Bertahun-tahun Hidup Berdampingan dengan Bau Menyengat TPA Putri Cempo
-
Duh! Solo Terancam Krisis Guru Parah: 154 Non-ASN Terancam Diberhentikan, 250 Guru PNS Pensiun
-
Perkuat Wawasan Industri, Sekolah Vokasi UNS Undang Mohammed Aden Suryana Jadi Dosen Tamu