SuaraSurakarta.id - Polresta Solo mengamankan puluhan pemuda yang terlibat dalam konvoi motor dan balapan liar menggunakan knalpot brong.
Tindakan tegas ini dilakukan, untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat yang merasa terganggu dengan aksi mereka yang dilakukan saat tengah malam.
Kapolresta Solo, Kombes Pol Iwan Saktiadi menyampaikan, ada sebanyak 20an pemuda yang diamankan. Sebagian besar dari pemuda yang diamankan berusia antara 15 hingga 21 tahun, yaitu pelajar dan mahasiswa.
"Kami ingin mengajak orang tua untuk lebih aktif dalam mengawasi anak-anak mereka. Dengan adanya pengawasan dari keluarga, kami percaya bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat akan lebih terjamin," kata Iwan Saktiadi, Sabtu (17/8/2024).
Dikatakan, tindakan pengamanan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan serta mengurangi kebisingan yang sering menjadi keluhan masyarakat.
Dikatakan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat terkait konvoi dan balapan liar yang diadakan di Kawasan Jalan Adi Sucipto dan Jalan Slamet Riyadi pada Rabu (15/8/2024) malam. Mendapat laporan itu, tim Sparta Sabhara Polresta Solo langsung mendatangi lokasi dan mengamankan ratusan kendaraan bermotor.
Setelah di lokasi, aparat tidak menemukan aksi tersebut. Akhirnya, dilakukan penyisiran dan mendapatkan 20 motor di Kawasan Edutorium UMS.
Saat dilakukan pemeriksaan, kendaraan tersebut tidak memenuhi standar kelengkapan seperti STNK, TNKB, spion, dan lampu kendaraan. Selain itu, para pengendara juga tidak memiliki SIM.
"Pengamanan ini adalah respons terhadap keluhan masyarakat. Kendaraan-kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan memanfaatkan lampu merah sebagai titik start balapan, yang sangat berbahaya," jelas Iwan Saktiadi.
Baca Juga: Warganet Ngakak! Pelaku Pembacokan Ditangkap Pakai Kaus GTA: Lupa Cheat Sahabat Polisi
Menurutnya, para pemuda tersebut akan dikenakan sanksi tilang selama satu bulan. Sebagai syarat untuk mendapatkan kembali kendaraan mereka setelah proses persidangan, mereka harus melengkapi kendaraannya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Tak hanya itu, lanjut Iwan Saktiadi, dari pemuda yang terlibat hanya mengikuti teman-temannya tanpa memahami risiko yang ada. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban dengan melaporkan kegiatan yang meresahkan.
"Terima kasih kepada masyarakat atas kerjasamanya. Kami harap kolaborasi ini terus berlanjut untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Morinaga Soya Lanjutkan Soyalympic ke Yogyakarta dan Solo, Ajak Anak Berani Bereksplorasi
-
Isak Tangis Iringi Kepulangan Guntur, ABK Kapal Virgo Transport 8 yang Ditemukan di Dalam Kamar
-
Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten
-
BRI Peduli Wujudkan Harapan Murid Ini, Tak Lagi Terhalang Banjir Rob Saat ke Sekolah
-
Pengurus Cabang ORADO Kota Surakarta Dikukuhkan, Siap 'Memintarkan Indonesia' Lewat Olahraga Domino