"Kami menyambut baik kolaborasi antara Kadin Kota Surakarta dan Gojek dalam mengembangkan usaha bagi ratusan UMKM di Solo Raya. Sebagai mitra strategis, Gojek adalah contoh nyata bagaimana sebuah perusahaan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui teknologi. Kami melihat upaya kolaborasi bersama Gojek turut mendukung gerakan digitalisasi UMKM yang membantu kapasitas bisnis mereka berkembang dan
memperluas akses pasar yang lebih luas. Hal ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dan Kadin
Kota Solo sebagai perwakilan dunia usaha di wilayah Solo Raya," tegas Ketua Kadin Solo, Ferry S Indriyanto.
Lebih dari 500 UMKM di Solo Raya mengikuti proses onboarding ke dalam aplikasi GoBiz di Solo Techno Park Materi pelatihan yang diajarkan bagi UMKM mulai dari perencanaan bisnis hingga mengelola keuangan
yang baik dapat dijadikan sebagai ilmu yang fundamental dalam membangun bisnis.
Gojek mendukung penuh usaha Pemerintah daerah di area Solo Raya untuk mendorong produk lokal dan kuliner Solo Raya dengan cara berbagi ilmu dan tips praktis supaya pelaku UMKM dapat melebarkan pangsa pasar dan
meningkatkan omzet.
Selain belajar bersama tentang kemampuan fundamental dalam berbisnis, peserta pelatihan yang sudah memiliki bisnis dapat langsung mendaftarkan usahanya ke dalam platform GoFood.
Baca Juga: Dikabarkan Mundur Sebagai Wali Kota Solo, Gibran Buka Suara
Hal ini agar para pelaku UMKM bisa langsung memasarkan, menjual, dan mengembangkan usahanya secara digital.
"UMKM telah menjadi DNA bagi Gojek. Sejak berdiri di tahun 2010 Gojek senantiasa mendukung, memfasilitasi, dan memberikan pembinaan kepada para pelaku UMKM. Sebagai platform digital karya anak bangsa, Gojek bagian dari GoTo terus berjuang untuk Indonesia menghadirkan berbagai solusi teknologi untuk mendukung pertumbuhan UMKM, selaras dengan perjuangan [emerintah daerah di Solo Raya dan Kadin dalam mendukung kemandirian ekonomi Indonesia," papar Farid Isnawan selaku Vice President Regional Gojek Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah & Yogyakarta.
Menurut riset terbaru yang dikeluarkan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengestimasi Grup GoTo mampu berkontribusi sebesar Rp 259,6 triliun hingga Rp 392 triliun terhadap PDB Indonesia di tahun 2023.
Angka tersebut berasal dari nilai tambah yang dihasilkan dari aktivitas perusahaan dan mitra bisnis dalam ekosistem GoTo yakni mitra pengemudi dan pedagang (merchant) UMKM.
Baca Juga: Galeri Foto: Momen Perjuangan Kesatria Bengawan Solo Tumbangkan Satria Muda
Berita Terkait
-
7 Rekomendasi Nasi Goreng Semarang Terenak Mulai dari Babat hingga Pedas Menggila
-
Libur Lebaran di Solo: Rekomendasi Kolam Renang Keluarga yang Asyik
-
Pedasnya Bikin Nagih, Ini 5 Kuliner Lombok yang Wajib Kamu Coba saat Liburan
-
8 Rekomendasi Tempat Wisata di Solo, Kunjungi Bersama Keluarga saat Pulang Kampung
-
UMK Academy Berikan Begitu Banyak Manfaat Bagi UMKM, Termasuk Kirim Produk Go Global!
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Cek Pos Pam Ops Ketupat Candi, Kapolresta Solo Pastikan Pengamanan Arus Balik Lancar
-
Sambangi Lokasi Banjir di Sambirejo, Wali Kota Solo Siapan Berbagai Penanganan
-
Terendam Banjir, Underpass Simpang Joglo Solo Ditutup Total
-
Sempat Tak Percaya, Ini Momen Bima Arya Kaget Ada Wisata Jokowi di Solo
-
25 Kepala Daerah Ikuti Retret Gelombang Kedua, Ini Kata Wamendagri