SuaraSurakarta.id - Dugaan adanya penyuapan mencuat saat penyelenggaraan Konferensi cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Kota Solo yang berlangsung pada, 11 Mei 2024 lalu.
Dugaan adanya penyuapan terhembus sebelum digelarnya konfercab. Dimana berkaitan adanya pengkondisian terhadap Majelis Wakil Cabang (MWC) selaku pemilik suara untuk memenangkan pihak tertentu.
Pada pengkondisian dihadiri oleh Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Solo, yang bertemu dengan calon Rois Syuriah dan calon incumbent Ketua Tanfidziyah PCNU Solo pada bulan Ramadhan tepatnya 6 April 2024 lalu.
Sebagai informasi pada Konfercab PCNU Solo tersebut terpilih Muhtarom sebagai Rois Syuriah PCNU Surakarta dan Mashuri sebagai Ketua Tanfidziyah.
"Untuk konfercabnya secara administrasi sudah berjalan dengan baik baik dan kondusif. Cuma sayangkan tercederai dugaan adanya risywah atau suap," terang Ketua Satgas Tim Penjaga Marwah NU Solo, Burhanudin Hilal Adnan saat ditemui, Rabu (12/6/2024).
Burhanudin menjelaskan sebelum konfercab adanya pengkondisian agar terpilihnya Rois Syuriah Muhtarom dan Ketua Tanfidziyah Mashuri.
Munculnya dugaan suap itu sebetulnya sudah terhembus beberapa hari sebelum konfercab.
"Kami ditelepon beberapa sesepuh dan tokoh tentang adanya suap dengan adanya pengkondisian kepada Ketua Tanfidziyah MWC NU se-Solo. Itu menyebabkan tidak transparan dan demokratisnya para MWC dalam proses pemilihan," ungkap dia.
Adanya pengkondisian itu membuat tidaknya calon-calon yang mungkin akan maju atau diajukan. Kalau di NU itu diajukan oleh MWC bukan maju sendiri.
Baca Juga: PBNU Tegas Tolak Adanya Politik Identitas di Pemilu 2024, Gus Yahya: Kami akan Lawan!
Pada akhir pertemuan itu, 10 orang yang merupakan pimpinan MWC dan calon Rois Syuriah tersebut. Di dalam tas selain ada bingkisan juga diselipkan uang Rp 5 juta.
"Kami sempat menanyakan dan menemui beberapa ketua tanfiziah MWC. Ada yang awalnya membantah, tapi setelah konfercab selesai mengakui adanya pertemuan itu," sambungnya.
Burhanudin mengakui ada Rois Syuriah MWC yang bimbang menerima bingkisan yang ternyata ada uang Rp 5 juta. Akhirnya mengembalikan bingkisan tersebut.
"Takut ada apa-apa termasuk pertanggungjawaban di akhirat, salah satu Rois Syuriah MWC ini kemudian memberikan bingkisan tas itu kepada bendahara MWC untuk dibuka. Ternyata ada uang Rp 5 juta yang lantas masih disimpan hingga sekarang," papar dia.
Burhanudin mengatakan sudah melaporkan dan mengirim surat ke PBNU dan PWNU Jateng. Meminta adanya investigasi atas dugaan suap di konfercab PCNU Solo.
"Jika terbukti adanya suap dan pengkondisian atas terpilihnya Rois Syuriah dan Tanfidziyah dalam Konfercab NU Kota Surakarta, kita meminta yang bersangkutan harus mengundurkan diri atau didiskualifikasi. Serta dilakukan caretaker Kepengurusan PCNU Kota Surakarta oleh PBNU," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Bertemu Dubes Iran, Jokowi Akui Bahas Banyak Hal, Termasuk Lobi-lobi soal Penutupan Selat Hormuz?
-
Jokowi Jamu Hidangan Spesial untuk Dubes Iran, Ada Gulai Kambing, Lontong Sayur hingga Nasi Goreng
-
Tak Lagi Menjabat, Jokowi Masih Jadi Sosok Sentral? Dubes Iran Ungkap Alasannya
-
Bertemu Jokowi, Dubes Iran Sampaikan Situasi Terkini Perang dan Harapan Perdamaian
-
Terungkap! Kasus Remaja 14 Tahun di Wonogiri, Sempat Kabur hingga Ditemukan di Pacitan