SuaraSurakarta.id - Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) mendorong Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk merapat ke pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sekjen Pimpinan Pusat GPK M Thobahul Aftoni menjelaskan, langkah itu juga selaras dengan prinsip perjuangan partai yakni menegakkan politik amar makruf hahi munkar.
"Dengan bergabungnya PPP di pemerintahan, maka aspirasi 5,8 juta masyarakat yang memilih partai berlambang ka'bah tidak terbuang sia-sia," kata pria yang akrab disapa Toni itu, Selasa (11/6/2024).
Meskipun PPP tidak melampaui ambang batas 4 persen menuju parlemen berdasar hasil putusan Mahkamah Konstitusi, diyakini pemerintahan Prabowo-Gibran tetap membutuhkan kontribusi dan peran besar umat Islam melalui PPP.
Toni menambahkan, PPP harus tetap memiliki peran dalam pembangunan Akhlaq atau karakter Bangsa kedepan yang lebih baik.
"Untuk memperjuangkan hal itu, GPK sarankan PPP bergabung ke pemerintah dibawah kepemimpinan Prabowo-Gibran," papar Toni.
Sebagaimana diketahui, hasil hitung KPU RI, PPP tidak tembus ambang batas 4 persen.
PPP hanya memperoleh 5,7 juta suara atau 3,8 persen. Mereka hanya butuh kurang lebih 200.000 suara saja untuk lolos ke Senayan.
Baca Juga: Gibran Bocorkan Komposisi Kabinet Banyak Diisi Kalangan Profesional, Ini Pertimbangannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar
-
Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK