SuaraSurakarta.id - Gejolak dan desakan kepada Muhammad Mardiono agar mundur sebagai Plt Ketum DPP PPP terus bermunculan.
Kali ini, ratusan orang yang tergabung dalam Front Kader Ka’bah Bersatu (FKKB) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPP PPP Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2024).
Politisi senior Ichwan Jayadi menjelaskan, kepemimpinan Mardiono tidak mampu mengelola partai dengan baik, yang dibuktikan dengan banyaknya gugatan PPP yang tidak dilanjutkan ke sidang pembuktian di MK.
Mardiono dianggap gagal memimpin partai, hingga kader-kader terbaik partai tidak bisa duduk di kursi parlemen karena tidak lolos dalam parliementary threshold.
Dia menyebut perolehan suara PPP dalam Pemilu 2024 sebagai yang terburuk dalam sejarah, karena untuk pertama kalinya sejak berdiri pada 5 Januari 1973, PPP tidak lolos ambang batas parlemen.
"Prihatin dan kecewa atas buruknya tata kelola partai di bawah pimpinan saudara Mardiono sebagai Plt. Ketum PPP yang tidak piawai dan tidak memiliki kapabilitas dalam menghadapi Pemilu," kata Ichwan.
Senada dengan Ichwan, Belly Bilalusalam mendesak Mardiono untuk segera turun dari jabatannya sebagai Plt. Ketua Umum PPP.
"Ini sebagai wujud tanggung jawab moral atas kegagalan dan buruknya pengelolaan partai di bawah kepemimpinannya," tegas Belly.
"Kami juga menyerukan kepada seluruh fungsionaris dan kader PPP di seluruh Indonesia untuk tetap semangat dalam menjaga dan mempertahankan eksistensi PPP dalam pentas politik di tingkatan masing-masing," tandasnya.
Baca Juga: Digempur Isu Pemakzulan, PPP Soloraya Justru Siap Kawal Jokowi Sampai Tuntas, Ini Alasannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Kantor dan Gudang Baru JNE di Solo Perkuat Kapabilitas Digital hingga Dorong Pengembangan UMKM
-
Duh! Gara-gara Harga Aspal Naik, Sejumlah Proyek Jalan di Solo Tertunda
-
Viral Dosen UNS Lecehkan Perempuan di Kereta, Sanksi Cuma dapat Teguran Tertulis?
-
Tim Sparta Amankan Terduga Pekaku Pelecehan Seksual di Bendungan Tirtonadi
-
Dari Dapur MBG, Santri Yatim Ini Bisa Menopang Ekonomi Keluarga