SuaraSurakarta.id - Ratusan karyawan dari PT Kusuma Grup menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bupati Karanganyar, Rabu (5/6/2024) siang.
Total 500 orang mengikuti aksi demontrasi tersebut yang merupakan pekerja dari tiga perusahaan di bawah naungan PT Kusuma Grup ini.
Mereka mengadukan nasib mereka ke Pj Bupati Karanganyar, Timotius Suryadi karena selama tiga bulan, sebanyak 1.500 karyawan, belum juga menerima gaji.
Ketua KSPN Karanganyar, Haryanto mengatakan, selain belum menerima gaji, tunjangan hari raya (THR) yang merupakan hak karyawan dan dibayarkan sebelum Lebaran, para karyawan baru menerima Rp200 ribu.
Selain itu, menurut Haryanto, iuran BPJS Ketenagakerjaan selama tiga tahun belum juga dibayar.
"Kami juga meminta kejelasan kepada managemen, apakah PT Kusuma Grup dapat kembali beroperasi atau tidak," kata Haryanto dilansir dari Jatengnews.id--jaringan Suara.com.
"Jika tidak, maka kami minta di PHK dan diberikan pesangon. Selama ini, perusahaan juga hanya menjanjikan saja. Tanpa ada realisasi," jelas dia.
Terpisah, setelah melakukan audiensi bersama perwakilan pekerja, Pj Bupati Karanganyar, Timotius Suryadi, meminta kepada seluruh karyawan untuk bersabar.
Dikatakannya, Pemkab akan memfasilitasi para pekerja dan managemen perusahaan.
Baca Juga: Partai Gerindra Buka Pendaftaran, Putra Mantan Bupati Karanganyar Gercep Ambil Formulir
"Kami akan fasilitasi. Kita minta agar perusahaan menyelesaikan kewajibannya membayar gaji para pekerja," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Omzet Pedagang Jeruk di Solo Naik Signifikan Berkat Program MBG
-
Jokowi Tegaskan Belum Beri Restorative Justice ke Rismon Sianipar, Hanya Memaafkan
-
AHY dan Puan Dituding Jadi Koordinator Isu Ijazah Palsu, Jokowi: Saya Tidak Mau Berspekulasi!
-
Berkat MBG, Kelompok Tani Wanita di Karanganyar Lebih Mudah Salurkan Panen Sayuran
-
7 Fakta Tragis Pembunuhan di Sragen, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam