"Sama sekali saya tidak berpikir rumahnya jadi sasaran. Tapi tidak dibakar karena diperingatkan sama Pak RW dan Pak RT," terang dia.
"Masa tetap masuk rumah dan menjarah barang-barang malam harinya. Mesin pompa air hilang, AC juga hilang, mainan anak diambil dan kaca-kaca dipecah," lanjutnya.
Ia bersama keluarga diselamatkan dan mengungsi di rumah warga kurang lebih satu minggu sampai benar-benar kondisi aman. Atas kejadian ini, ia merasa trauma dan sempat mendapat perawatan psikiater kurang lebih 1,5 tahun.
"Saya di rumah warga itu seminggu, di belakang rumah. Aku dirawat di dokter psikiater itu 1,5 tahun, karena stres itu harus diturunkan," ucap dia.
"Keluarga juga stres semua, tapi tidak separah aku. Aku itu hidung sampai terganggu, di ruang atau kereta sempat mau melompat. Di kamar di rumah, saya keluar jalan-jalan di halaman," ungkap dia.
Selama 1,5 tahun itu, selain di psikiater juga melakukan meditasi. Itu untuk memulihkan atau recovery buat pemulihan setelah peristiwa itu.
"Selama itu saya juga melakukan latihan meditasi di rumah," imbuhnya.
Waktu itu kondisinya memang mencekam dan serem, beberapa hari listrik mati. Siang malam itu warga tidak ada yang berani keluar.
Ia berharap peristiwa Mei 1998 lalu tidak terulang lagi di Kota Solo. Dalam peristiwa tersebut paling parah secara jumlah paling banyak di Jakarta, tapi presentasinya Solo paling parah. Karena semua perempatan dibakar.
Baca Juga: Kapten Timnas Indonesia U-22 Lempar Kode Ramadhan Sananta Menuju Persis Solo
Pasca peristiwa itu, bersama teman-temannya mendirikan posko di PMS dan di lima kecamatan. Posko itu didirikan untuk membantu pemulihan warga yang menjadi korban.
Selain itu juga mendata jumlah warga yang menjadi korban, hasilnya itu ada sekitar 16.000 korban.
"Kami data semua korban, surat-surat penting juga, akta kelahiran dan lain-lain. Mereka juga kami kasih uang buat biaya hidup selema tiga bulan, anggota keluarga dapat Rp 100.000, kepala keluarga Rp 150.000," tandas dia.
"Setelah tiga bulan itu, mereka suruh kami datang, kalau sudah siap kerja akan dikasih uang Rp 7 juta buat modal awal. Kalau belum siap mundur tiga bulan lagi dan kami kasih uang lagi," pungkasnya.
Kontributor : Ari Welianto
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Viral Duel Parang di Pasar Klitikan Solo: 5 Fakta Mengejutkan, Korban Luka Parah di Wajah
-
Pasbata Sebut Saiful Mujani Offside, Pikirannya Bisa Berbahaya Seperti Ideologi PKI
-
Viral Rumah Jokowi dengan Tembok Ratapan Solo Muncul di Game Roblox
-
Siswa SMP di Sragen Tewas di Kamar Mandi Sekolah, Ini 7 Fakta Terbaru yang Terungkap
-
Publik Puas, Layanan Polri Jadi Sorotan Utama Suksesnya Mudik Lebaran 2026