SuaraSurakarta.id - Musik jazz di Indonesia tak bisa dilepaskan dengan sosok Indah Kurnia. Dia merupakan founder Surabaya Pahlawan Jazz.
Indah Kurnia bersama Surabaya Pahlawan Jazz tampil, Sabtu (1/4/2023) untuk menghibur masyarakat Kota Solo dan penikmat jazz di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo alam kegiatan bertajuk 'Ngabuburit Bareng Jazz Caravan'.
Indah Kurnia pernah mendapat rekor MURI untuk menyanyi 714 lagu dan menjadi manajer wanita pertama yang sukses memenangkan Liga Indonesia bersama Persebaya.
Politikus PDIP tersebut mengaku senang bisa berdendang dan berkolaborasi dengan musisi jazz di Kota Solo sekaligus kota terakhir yang disinggahi setelah Yogyakarta.
Indah Kurnia menuturkan sedikitnya ada 16 musisi jazz yang tampil bergantian menghibur warga sembari ngabuburit di tiga kota dalam safari jazz karavan ini.
Dalam pertunjukkan tersebut, sejumlah musisi jazz seperti Harun and Friends, Totok Afiat, Hariono, Bagus, Reza, Desy Agustina, juga Mira Akbar ikut terlibat.
Acara itu juga dihadiri sebagai Kepala OJK Solo Eko Yunianto, Tony Indra Prasongko selaku Pimpinan Cabang BPJS Solo, Sekda Kota Surakarta Ahyani, Bapak Asbi dari BSI, Pimpinan Bank Indonesia Solo Nugroho Joko Prastowo, Ketua Perbarindo Soloraya Azis Soleh, Pimpinan area Pegadaian Solo Suwarno.
Tak ketinggalan pula putri politisi senior Partai Golkar, Akbar Tanjung, Sekar Krisnauli Tandjung yang ikut ikut tampil menyanyikan lagu 'Love'.
"Senang hari ini berada di Solo, ada kawan-kawan Sojazz, Surabaya Pahlawan Jazz, dan beberapa komunitas jazz lainnya. Bermusik di Pura Mangkunegaran sangat nyaman sekali, tempatnya sangat indah dan mulia," ungkap Indah Kurnia.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ragam Tradisi Ngabuburit Unik Berbagai Daerah di Indonesia
"Jazz itu identik dengan kemnyamanan dan kolaborasi. Itulah mengapa kita membawa jazz yang memang sedikit segmented, tidak semua orang menikmati jazz, tetapi sebagian yang kami bawakan jazz yang bukan mainstream sehingga masih bisa diterima," paparnya.
Sosok yang juga anggota Komisi XI DPR RI mengungkapkan, jazz dengan mobil karavan ini sudah berkeliling ke berbagai kota di Jawa sejak pandemi Covid-19 mulai melanda Tanah Air pada 2020.
Karavan memang menjadi pilihan untuk memfasilitasi para musisi menampilkan kemampuan bermusik dengan mudah.
Indah Kurnia menginisiasi sebuah karavan sebagai panggung untuk menggelar pentas musik jazz dari kota ke kota. Ini berawal dari masa pandemi Covid-19 yang membuat keterbatasan dalam bermusik.
"Karavan ini memudahkan untuk tampil, jadi inilah panggung kami di masa pandemi Covid-19. Saya create untuk teman-teman saya di Surabaya, karena saat itu shut down karena Covid-19 sehingga tidak bisa beroperasi, apalagi hiburan," ujar dia.
"Hingga saat ini, kelompok itu sudah lebih dari 50 kali tampil. Jika saat pandemi Covid-19 dulu semangat jazz karavan ini memberi panggung musisi bisa tetap tampil, nah, pada saat Covid-19 mereda ini semangatnya lebih merawat, agar spirit bermusik komunitas ini terus hidup," sambung Indah yang juga anggota Komisi XI DPR RI ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Kemenpora Beri Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 kepada BRI
-
Firasat Aneh Kakak-Adik Korban Kapal Virgo: Minta Pakaian Dicuci Ibu hingga Ingin Tidur Bersama
-
Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar
-
Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu