SuaraSurakarta.id - Menekan angka kecelakaan di Kota Solo terus dilakukan. Berbagai upaya pun diambil untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Pemerintah setempat pun mengambil langkah khusus di titik black spot (titik rawan kecelakaan). Langkah ini dilakukan agar tak terjadi kecelakaan lalu lintas kembali terulang di titik tersebut.
"Dari data yang kami miliki, masih ada dua black spot di Kota Solo yang memiliki kerawanan kecelakaan hingga berakibat fatalitas tinggi," terang Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Agus Santosa dikutip dari Timlo.net-Media Partner Suara.com, Rabu (9/11/2022).
Dua titik itu, yakni di ruas Jalan Veteran, tepatnya di depan Toko Mur Jaya hingga depan Warung Bakso Manis. Dimana sepanjang 110 meter ini setidaknya 3 orang meregang nyawa karena kecelakaan.
Titik kedua adalah ruas Jl Adi Sumarmo, tepatnya dari depan Kantor Kecamatan Banjarsari hingga Simpang Lima Komplang dengan panjang 210 meter. Di titik tersebut setidaknya 3 orang meninggal dunia dari 4 kasus kecelakaan.
"Nah, kalau berdasar data selama dua tahun terakhir di Kawasan Jalan A Yani, tepatnya depan Kantor Damri yang kemarin dipasang median jalan itu, memang sering terjadi kecelakan. Namun, tidak menyebabkan fatalitas (meninggal dunia). Ya pernah, tapi selama dua tahun ini tidak ada lagi," kata Agus.
Menurutnya, penentuan titik black spot itu didasarkan pada penilaian poin tertentu. Apabila terdapat korban meninggal dunia mendapat poin 10, kemudian point 4 untuk luka berat dan poin 1 untuk luka ringan.
"Untuk batas nilainya adalah 30 poin. Nah, di titik itu (median depan Kantor DAMRI —Red) dalam kurun waktu Januari sampai saat ini ada laporan 10 kejadian Laka (kecelakaan). Dengan dua orang meninggal dunia. Sisanya luka ringan dengan tipe kecelakaan depan samping. Sehingga kami mencegah berjatuhan korban, tindakan antisipasi dilakukan agar tidak terjadi kecelakaan," jelas Agus.
Disinggung mengenai penanganan terhadap dua titik black spot di Kawasan Jl Veteran dan Jl Adi Soemarmo, Agus mengatakan, pihaknya telah melakukan rekayasa lalu lintas.
Baca Juga: Anggota Tagana Kota Bogor Tewas Kecelakaan di Puncak
"Memang menekan angka kecelakaan itu tidak mudah, tetapi paling penting adalah kesadaran masyarakat dalam keselamatan berkendara. Sebab kecelakaan di Solo hampir seluruhnya disebabkan karena human error," katanya.
Seperti diketahui, Dinas Perhubungan dan Satlantas Polresta Solo melakukan penutupan median jalan di Jl A Yani, tepatnya depan kantor Damri. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan di titik tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi
-
Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'
-
Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo
-
Demo di Rumah Jokowi, Massa Bawa Spanduk Gibran 'Anak Haram Konstitusi' Tuntut Mundur dari Wapres