SuaraSurakarta.id - Para pedagang Pasar Joglo Solo terdampak proyek rel layang mulai pindahan ke tempat yang baru, yakni di kawasan TPU Bonoloyo.
Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Surakarta Joko Sartono mengatakan ada sebanyak 108 pedagang yang menempati pasar sementara tersebut hingga satu tahun ke depan.
Sesuai jadwal, pasar yang baru akan siap berfungsi pada pertengahan tahun depan. Oleh karena itu, selama pasar baru masih proses pembangunan, para pedagang menempati pasar darurat hingga kurang lebih satu tahun.
Untuk proses pindahan tersebut, pihaknya memberikan waktu sekitar satu minggu kepada para pedagang sejak hari ini, Jumat (29/7/2022). Meski demikian, pedagang mulai mendisplay lokasi baru sejak Senin (25/7/2022) hingga Kamis (28/7/2022).
Ia mengatakan 108 pedagang tersebut terdiri dari 28 pedagang kios, 61 pedagang los, dan 29 pedagang oprokan. Untuk aturan berdagang di pasar darurat ini sama dengan lokasi sebelumnya, yakni dibatasi mulai dari pukul 05.00-18.00 WIB.
Sementara itu, dikatakannya, untuk pembangunan pasar baru, Dinas Perdagangan Kota Surakarta sudah menunjuk lokasi baru untuk Pasar Joglo, yakni di timur Gapura Batas Kota Jalan Raya Solo-Purwodadi dengan luas lahan 920 m2.
Ia mengatakan untuk kebutuhan anggaran pembangunan pasar yang baru diprediksikan sekitar Rp4 miliar.
"Harapannya sekitar Juni-Juli tahun depan sudah bisa difungsikan. Nanti bentuknya sederhana berupa hanggar, jadi proses pembangunannya bisa cepat," katanya.
Sebelumnya, Site Manajer PT WIKA-BKY KSO Dendy Purbowo selaku pelaksana Proyek Pembangunan Rel Layang Joglo mengatakan terkait pengerjaan rel layang Joglo Solo pada tahap pertama ditargetkan selesai bulan Agustus 2022 menyusul prosesnya yang hingga saat ini sudah mencapai 90 persen.
Baca Juga: Mega Proyek Gibran Dikerjakan, Pemkot Pontang-panting Siapkan Andalalin
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Cerita Pedagang yang Tiba-tiba Naik ke Desil 10, Kaget dan Tak Terima Bantuan Lagi
-
Sampah Pasar Malam Sekaten Menumpuk di Alun-alun Kidul Keraton Solo
-
Tuntas Direnovasi, 10 Warga Wonogiri Kini Dapatkan Rumah Sederhana Layak Huni
-
BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Tegaskan Komitmen Ekonomi Kerakyatan
-
Konflik Keraton Solo: Berebut Gamelan Sekaten Berujung Laporan Polisi, Abdi Dalem Ngaku Dikeroyok