Ronald Seger Prabowo
Senin, 06 Juni 2022 | 17:06 WIB
Kendaraan berat saat melintas di perlintasan Joglo, Solo yang akan dibangun rel layang pada pertengahan tahun 2021 ini. [Suara.com/Ari Welianto]

SuaraSurakarta.id - Empat proyek besar di Kota Solo akan dikerjakan berbarengan dalam waktu dekat ini.

Keempat proyek besar tersebut, yakni pengerjaan rel layang Joglo, perbaikan Jembatan Jurug. Lalu Perbaikan Jembatan Mojo dan pembangunan Viaduk Gilingan.

Warga Solo dan sekitar pun barus siap-siap dan waspada. Karena pengerjaan empat proyek besar tersebut berpotensi terjadi kemacetan disejumlah ruas jalan di Kota Solo.

"Empat proyek tersebut akan dibangun dalam waktu hampir bersamaan. Rencananya akan dimulai pada pertengahan tahun ini hingga pertengahan 2023," terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Hari Prihatno, Senin (6/6/2022).

Dampak terjadinya kemacetan saat proyek tersebut dibangun sudah diwaspadai. Karena pembangunan infrastruktur fisik tersebut akan dilakukan dalam waktu yang bersamaan.

"Kami mewaspadai dampak terjadinya kemacetan lalu lintas dari dampak pembangunan proyek tersebut," katanya.

Dari empat proyek tersebut, pengerjaan rel layang Joglo sudah dikerjakan sedangkan tidak proyek lainnya rencananya akan dimulai antara Juni-Juli ini. 

Untuk proyek rel layang Joglo, akan dilakukan sejumlah rekayasa lalu lintas sebagai dampak pengerjaan proyek.

Rekayasa lalu lintas tersebut akan berlangsung hingga proyek ditargetkan selesai pertengahan tahun 2023 mendatang.

Baca Juga: Tak Ingin Berebut Lahan, PKL CFD Solo Minta Dikembalikan ke City Walk

"Potensi kemacetannya itu luar biasa, karena dikerjakan dalam waktu bersamaan. Untuk rekayasa lalu lintas proyek rel layang Joglo, semua kendaraan berat semua dialihkan lewat jalan tol," papar dia.

Hari mengatakan, manajemen rekayasa lalu lintas juga dilakukan di sekitar proyek Perbaikan Jembatan Mojo yang akan dikerjakan mulai Juni ini.

Awalnya rekayasa lalu lintas saat Jembatan Mojo dikerjakan akan mengandalkan Jembatan Jurug. Hanya saja Jembatan Jurug juga akan diperbaiki.

"Ini jadi tantangan kami, karena akses lalu lintas sebelumnya akan mengandalkan Jembatan Jurug l. Tapi Jembatan Jurug juga mau diperbaiki, ini harus dipikirkan ulang," jelasnya.

Hari menambahkan, juga minta kejelasan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Solo soal kapan pengerjaan Jembatan Jurug dimulai. Karena ada info akan diundur hingga enam bulan ke depan dari rencana awal.

"Kita sudah minta kepastian DPUPR, apakah bisa diundur atau seperti apa. Karena kajian awal ketika Jembatan Jurug dikerjakan pengalihan arusnya lewat Jembatan Mojo, begitu sebaliknya. Kalau pengerjaannya bersamaan pastinya harus ada solusi lain," tandasnya.

Load More