SuaraSurakarta.id - Kasus pemerkosaan anak di Kabupaten Sragen menjadi viral karena kasusnya dianggap mandeg.
Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama menegaskan jika kasus tersebut masih berjalan.
Ia melihat sampai saat ini jika rekan-rekan penyidik bekerja siang dan malam melakukan gelar perkara dan melaksanakan hal-hal yang sudah menjadi atensi dari tim supervisi.
"Jadi tidak betul, kalau memang ada informasi di luar bahwa perkara ini tidak jalan. Kemudian perkara ini mangkrak, perkara ini didiamkan, tidak betul," terang dia, Sabtu (21/5/2022).
Kapolres mengakui telah menyaksikan sendiri rekan-rekan penyidik bekerja siang dan malam.
Ia juga mendampingi terus dan mengajak mereka gelar perkara untuk membahas detail satu per satu.
"Mereka juga mengecek membuka file-file, apa yang sudah dikerjakan dua tahun terakhir. Mudah-mudahan secepatnya bisa diungkap," kata dia.
Menurutnya, Tim supervisi dari Polda Jateng juga sudah datang akhir Maret atau awal April kemarin.
Mereka bertemu dengan penyidik dan membuka semua alat bukti serta langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh penyidik Polres Sragen, lalu menelurkan beberapa poin pendalaman yang harus dikerjakan oleh penyidik Polres Sragen dan itu sudah dilakukan.
Baca Juga: Resmi! Pemkab Sragen Ganti Konser Tri Suaka dengan Kangen Band di Puncak Hari Jadi
"Kami mohon doanya, sebentar lagi mungkin keluar hasilnya. Tetap komitmen kami untuk menemukan pelaku dan rasa keadilan warga khususnya korban bisa terwujud," ungkapnya.
Kapolres menjelaskan, memang ada beberapa kendala dalam penyelidikan yang dilakukan selama ini.
Kendala tersebut seperti minimnya alat bukti dan saksi kunci dari perkara tersebut. Kemudian jarak kejadian hingga perkara tersebut dilaporkan kepada Polres Sragen hampir satu bulan lamanya.
"Perkara ini terjadi 10 Nopember 2020 lalu, tapi baru dilaporkan awal desember 2020 oleh orang tua korban. Sehingga dalam kurun waktu yang sudah sebulan tersebut kesulitan bagi penyidik mendapatkan bukti otentik dari kejadian tindak pidana ini," papar dia.
Meski ada kendala tapi itu tidak menjadikan pihaknya putus asa dan menyerah. Bahkan terus melakukan upaya demi terungkapkan kasus ini dengan cara mencari perspektif lain atau mendapatkan alat bukti lain yang belum didapatkan.
Ada 16 saksi yang sudah diperiksa untuk memperoleh titik terang. Hasil pemeriksaan saksi-saksi tersebut yang memiliki nilai pembuktian yang mengarah kepada pelaku masih sangat minim.
Berita Terkait
-
Digilir 2 Rekan Ayahnya, Bocah Perempuan di Cengkareng Dijual Pamannya Sendiri?
-
Paman Biadap! Keponakannya yang Masih Siswi SD Disetubuhi hingga Hamil, Saat Orangtuanya Mencari Nafkah di Malaysia
-
Terobsesi Video Porno, Wisatawan Asal Sragen Rekam Bocah Perempuan Saat di Dalam Kamar Mandi Pantai Drini
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bikin Nafsu Makan Meningkat, Menu Variatif Makan Bergizi Gratis Jadi Primadona Santri Karanganyar
-
Kisah UD Syafina: Berdayakan Warga Lokal dan Peternak Berkat Program Makan Bergizi Gratis
-
Sabar Menanti 20 Tahun, Mimpi Warga Boyolali Punya Jembatan Permanen Akhirnya Terwujud
-
Warga Solo Makin Punya Banyak Pilihan Layanan Kesehatan Berkualitas
-
Berkah MBG! Pedagang Jeruk Pasar Gede Solo Raup Cuan, Penjualan 7 Ton Sehari