"Setiap ada kegiatan keagamaan atau ramadhan dan ke jatah pun untuk takjil bersedia," ucap dia.
ARB, itu aslinya warga Dukuh Kembangan Desa Mancasan dan di sini tempat warisan dari neneknya. Kemudian oleh orang tuanya dibangunkan rumah dan dikasihkan ke yang bersangkutan.
"Jadi rumah di sini itu warisan dari ibunya. Pindah sini 2-3 tahunan, di rumah buka toko snack dan pelayanannya bagus," ujar Luri.
Beberapa hari lalu tidak pernah melihatnya dan tahu-tahu pagi tadi pukul 09.00 WIB ada penggeledahan.
Di rumahnya pun tidak pernah dipakai untuk kegiatan atau kedatangan orang luar. Karena selama pandemi ini jika ada kegiatan harus ijin dan itu juga tidak ada.
"Tahu-tahu saya dihubungi suruh ke tempat ini, ada polisi banyak banget, ada tentara dan Densus juga. Saya datang terus tanya, ada apa pak dan dijawab tidak apa-apa bu dan disuruh tenang," tandas dia.
Saat penggeledahan memang sudah minta ijin, tapi warga tidak tahu penggeledahan untuk apa.
"Saya tidak tahu penggeledahan untuk apa. Tadi Pak Sriyono (kadus Ngunut) cari suami saya tapi tidak ada, yang ikut itu Pak Sriyono," pungkasnya.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
Profil Singkat Benny Indra Ardianto: Dari Pengusaha Muda hingga Menjabat Jadi Wakil Bupati Klaten
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
3 Rekomendasi SUV Bensin, Lebih Mewah dan Bertenaga Cocok yang Bosan Antre Solar
-
10 Rekomendasi Kuliner Solo untuk Makan Siang: Wajib Coba Saat Wisata!
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul