Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 08 Januari 2022 | 10:18 WIB
Dato Sri Tahir didampingi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjajal mobil listrik wisata di Jl Jenderal Sudirman, Solo, Jumat (15/10/2021). [Solopos/Mariyana Ricky PD]

SuaraSurakarta.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan menyiapkan jalur khusus untuk pengoperasionalan mobil listrik wisata seiring munculnya beragam kontroversi.

Nantinya, saat beroperasi, maka harus lewat jalur yang sudah dibuat. Mobil listrik wisata tersebut tidak melalui jalur cepat seperti kendaraan lain.

"Kalau ini sudah paten, kita akan buatkan jalur khusus. Ini seperti jalur untuk sepeda, bisa juga nanti jadi satu dengan jalur sepeda tinggal kita beri garis berbeda," kata  Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, Jumat (8/1/2022).

Ada tiga kawasan yang akan menjadi pengoperasionalan kendaraan listrik wisata. Jadi nanti tidak melintas di jalan-jalan protokol.

Baca Juga: Suporter Persis Solo Tak boleh Konvoi, Ini Cara Bisa Lihat Piala Liga 2

Kawasan satu, Benteng Vastenburg, Pasar Gede, Keraton Kasunanan Surakarta, Kampung Batik Kauman. Nanti titik kumpul kendaraan listrik wisata di benteng atau balaikota.

Kawasan dua, Kampung Batik Laweyan, Sondakan, dan lokasi oleh-oleh Jongke. Untuk titiknya di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Sementara kawasan tiga, Manahan, Pura Mangkunegaran, Taman Balekambang, hingga Pasar Depok. Untuk titiknya ada di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub).

"Titik kumpulnya bisa berubah, tapi tetap operasionalnya masih di satu kawasan. Tidak bisa naik dari Pura Mangkunegaran menuju Keraton Kasunanan Surakarta," tandas dia.

Menurutnya, operasional kendaraan listrik wisata ini mengurangi jalur-jalur protokol atau utama. Maka kendaraan listrik itu standby berangkat pagi pukul 06.00 WIB, jadi masih belum banyak kendaraan lalu lintas.

Baca Juga: Mobil Listrik untuk Wisata di Kota Solo Dikritik, Ini Langkah Pemkot

Kalau berangkat pukul 09.00 WIB, sudah banyak kendaraan yang melintas. 

Load More