SuaraSurakarta.id - Teh tubruk menjadi ciri khas minuman orang jawa saat menikmati pagi atau sore hari. Di Kota Solo teh paket oplosan menjadi minuman yang paling digemari.
Bahkan, pedagang pun sudah menyiapkan peket teh oplosan dengan merk-merk yang sudah langka ditemukan di luar Kota Solo.
Menyadur dari Solopos.com, Teh racikan atau oplosan yang dikemas dalam plastik menjadi salah satu oleh-oleh baru khas Kota Solo yang diburu para pelancong dari luar kota. Racikan teh oplosan ini bisa didapatkan di berbagai pasar tradisional, seperti Pasar Gede Hardjonagoro.
Teh oplosan atau racikan itu menjadi salah satu dagangan yang laris manis di Pasar Gede Solo selama tiga hingga lima tahun terakhir. “Teh niku kathah sing remen. Kadang enten sing tumbas ngantos 20 bungkus [teh oplosan ini banyak yang suka. Kadang ada yang membeli hingga 20 bungkus],” kata Sartini, salah satu pedagang teh oplosan di Pasar Gede Solo, Jumat (10/12/2021).
Sebagai informasi, teh racikan itu berupa campuran tiga merek teh yang dikemas dalam satu wadah plastik bening. Ada berbagai jenis teh terbaik yang dikombinasikan oleh para pedagang menjadi teh racikan khas Solo. Mulai dari merek Gopek, Sintren, Gardoe, Dandang, Poci, 999, dan aneka teh lainnya.
Teh racikan alias oplosan yang menjadi salah satu oleh-oleh khas Solo. (Solopos.com/Chelin Indra Sushmita)
Pembeli bebas memilih kompisisi teh apa atau rasa seperti apa yang diinginkan saat membeli. Para pedagang pun tidak segan memberikan rekomendasi jenis teh terbaik yang layak dinikmati.
“Niku teh pilihan sedanten. Kathah sing remen. Cepet telas dipundhut [teh racikan ini semuanya pilihan dan banyak yang suka. Jadi cepat habis],” sambung Sartini.
Komoditas teh racikan tersebut saat ini menjadi salah satu oleh-oleh yang banyak dicari wisatawan dari luar Kota Solo. Maklum saja, teh oplosan khas Solo yang wangi, sepet, legi, dan kenthel alias wasgitel, sudah sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia.
Bayu, salah seorang pengunjung Pasar Gede Solo, asal Jakarta yang ditemui Solopos.com tampak memborong lima kemasan teh oplosan. Menurutnya cita rasa teh racikan khas Solo ini adalah yang terbaik.
Baca Juga: Pemerintah Batalkan PPKM Level 3, Gibran: Pada Intinya Tak Ingin Menyulitkan Warga
“Biasanya kalau di kota seringnya minum teh celup. Kalau di Kota Solo ini teh yang disajikan di warung makan rasanya berbeda, lebih nikmat. Ini mumpung lagi di Solo coba saja sekalian beli teh racikan yang sudah terkenal nikmat untuk oleh-oleh keluarga di rumah,” katanya kepada Solopos.com.
Lain halnya dengan Bayu, salah seorang mahasiswa asal Pontianak, Azis, membeli teh racikan khas Solo untuk dinikmati di kos bersama teman-temannya. Bagi Azis yang terbiasa minum teh celup di kampung halamannya, rasa teh di Kota Solo ini membuatnya jatuh cinta.
“Sengaja hunting teh ke sini [Pasar Gede] biar tahu racikan teh di wedangan tempat biasa nongkrong itu apa saja kok bisa enak. Beda dengan teh di Pontianak yang kebanyakan disajikan dari teh celup,” jelasnya.
Kenikmatan teh oplosan khas Solo itu memang sudah lama dikenal. Namun, para pedagang di Pasar Gede mengaku baru tiga tahun belakangan mengemas aneka jenis teh menjadi racikan khusus yang kemudian banyak diburu sebagai oleh-oleh. Uniknya, mereka mengaku hanya sebatas ikut-ikutan menjual teh tersebut tanpa mengetahui siapa orang yang pertama menemukan ide tersebut.
“Teh racikan dikemas begini baru tiga tahun belakangan. Enggak tahu siapa yang awalnya memulai, tiba-tiba bakul satu pasar bikin begini semua, ikut-ikutan saja,” tutur Sartini yang diamini para pedagang di sekitar kiosnya.
Sama seperti Sartini, para pedagang teh oplosan di Pasar Gede Solo juga tidak tahu persis siapa yang menciptakan ide menjual dagangan yang kini menjadi incaran pelancong. Mereka pun merasa senang bisa menjual teh racikan yang banyak dicari sebagai oleh-oleh dan selalu laris.
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Budaya Antikorupsi Diperkuat, BRI Gelar PELOPOR 2026 Bersama KPK
-
METRO Modest Fashion Week 2026 Digelar di Solo, Syariah Card Melonjak 95 Persen
-
Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab
-
Kobarkan Semangat Merah Putih, BRI Dukung Perjuangan Atlet Indonesia di Asian Games 2026
-
Pastikan Pelayanan Siap, Wali Kota Solo Cek Persiapan Haul Solo