SuaraSurakarta.id - Kasus perampokan gudang rokok di Jalan Brigjen Sudiarto, Serengan, Senin (15/11/2021) lalu menyisakan beragam cerita miris dari keluarga korban.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus perampokan itu menewaskan satpam gudang yakni Suripto (32). Ironisnya, warga Wonosegoro, Kabupaten Boyolali itu meregang nyawa usai dihabisi mantan rekannya sendiri RS alias S (21).
Pelaku sendiri telah diciduk di rumahnya Kampung Tekil, Desa Sembukan, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, Jumat (19/11/2021) pagi.
Kakak korban, Muhammad Ayub menceritakan, setiap sebelum bekerja, korban minta sang istri, Herningwinasih untuk membuatkan kopi.
Kopi itu nantinya diminum Suripto usai pulang dari kerja. Sayang, sebelum kopi hitam itu sempat diminum, korban ditemukan tewas dalam perampokan tersebyt.
"Setiap berangkat (kerja) pasti pesan itu (kopi) ke istrinya. Ya sekarang tidak akan diminum selamanya," ungkap Ayub, kepada awak media di Mapolresta Solo, Senin (22/11/2021).
Dia memaparkan, anak korban yang masih berusia 5 tahun disebut sering menanyakan keberadaan ayahnya yang telah meninggal dunia.
"Setiap hari anaknya menangis karena memang mencari ayahnya," ungkap Ayub kepada awak media.
Sebelum kejadian tersebut, Ayub juga mengungkapkan bahwa korban pernah bercerita mendapat ancaman dari pelaku melalui pesan whatsaap setelah pelaku dipecat.
Baca Juga: Hanya 4 Hari, Satreskrim Polresta Solo Tangkap Pelaku Perampokan Gudang Rokok
"Ancaman pernah dilakukan pelaku ke korban dua atau tiga bulan yang lalu. Tiga kali korban menceritakan masalah itu, salah satunya ancaman yang berbunyi, mati ngarep opo mati mburi (mati di depan apa mati belakang)," ucapnya.
Masalah itu menurut Ayub, korban pernah mengeluh kelakuan pelaku ke korban mengenai pelaku tidak pernah masuk kerja, yang akhirnya korban Suripto harus rela menggantikan jam kerja pelaku.
"Beberapa kali pelaku melakukan demikian, sampai tidak ada ucapan terima kasihnya kepada korban. Yang akhirnya perusahaan mengetahui dan memutus kerja pelaku. Dari itu mungkun pelaku menaruh dendam kepada korban," tambah Ayub.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Kemenpora Beri Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 kepada BRI
-
Firasat Aneh Kakak-Adik Korban Kapal Virgo: Minta Pakaian Dicuci Ibu hingga Ingin Tidur Bersama
-
Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar
-
Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu