SuaraSurakarta.id - Peredaran Narkoba masih terjadi di Seluruh wilayah di Indonesia. Termasuk di Kota Solo, peredaran obat-obatan terlarang terus terjadi.
Menyadur dari Solopos.com, Kota Solo masuk kategori kurang tanggap terhadap ancaman bahaya narkoba. Penilaian itu berdasarkan pengukuran indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan) tingkat nasional yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Nilai Kota Solo hanya 35,89 dari lima pengukuran indeks Kotan pada 2020 yang meliputi ketahanan masyarakat, kewilayahan, kelembagaan, hukum, dan ketahanan keluarga.
Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Solo, Triatmo Hamardiyono, mengatakan Kotan adalah program pemerintah yang mendorong seluruh sektor di daerah untuk antisipasi, adaptasi, dan mitigasi pencegahan narkoba. Penilaian dilakukan di beberapa daerah, salah satunya Solo.
“Semua sektor berperan penting mendukung Kotan, salah satunya media. Pemberitaan media, berupa penanganan dan pencegahan narkotika dapat menyadarkan masyarakat agar semakin tanggap terhadap pencegahan narkotika,” katanya dalam Workshop Penguatan Kapasitas kepada Insan Media Mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba di Hotel Loji, Solo, Kamis (14/10/2021).
Lebih lanjut, Triatmo menyebut ancaman dan temuan kasus narkoba di Kota Solo cukup memprihatinkan. Pada rentang Januari sampai September 2021, tercatat 147 penyalahguna narkoba diamankan petugas.
Perinciannya, pengedar 73 orang, kurir 36 orang, dan pengguna 38 orang. Angka itu turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 160 orang.
Kelurahan Bahaya Narkotika
“Dari data tersebut, kami mendapatkan fakta bahwa warga banyak yang acuh, padahal mereka tahu, tetangga mereka penyalahguna narkoba. Karena itu Solo dinilai kurang tanggap dalam indeks Kotan,” jelasnya.
Baca Juga: Viral Dugaan Jual Beli Narkoba di Lapas Cipinang, Pengamat Desak Dirjen PAS Dievaluasi
Pada sisi lain, BNK menetapkan lima kelurahan sebagai Kelurahan Bahaya Narkotika lantaran disinyalir menjadi pintu masuk narkoba ke Kota Solo. Lima kelurahan itu meliputi Gilingan, Joyotakan, Pajang, Semanggi, dan Mojosongo.
BNN pun mendapat temuan bahwa tangkapan kasus narkoba paling banyak juga berasal dari lima kelurahan itu. “Dari situ, tercapailah delapan indikator utama penetapan kawasan bahaya peredaran maupun penyalahgunaan narkotika,” ucap Sub Koordinator Seksi P2M BNK Solo, Sri Nurliana, di lokasi yang sama.
BNN lantas menjadikan salah satu dari lima kelurahan itu menjadi Kelurahan Bersih Narkotika dengan harapan statusnya turun. Gilingan mengawalinya pada tahun ini dan empat kelurahan lain menyusul.
Sokongan programnya adalah menunjuk sukarelawan dari masyarakat untuk menjadi petugas intervensi berbasis masyarakat (IMB). Mereka adalah perpanjangan tangan pencegahan peredaran narkoba dan mendukung rehabilitasi pecandu ringan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Morinaga Soya Lanjutkan Soyalympic ke Yogyakarta dan Solo, Ajak Anak Berani Bereksplorasi
-
Isak Tangis Iringi Kepulangan Guntur, ABK Kapal Virgo Transport 8 yang Ditemukan di Dalam Kamar
-
Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten
-
BRI Peduli Wujudkan Harapan Murid Ini, Tak Lagi Terhalang Banjir Rob Saat ke Sekolah
-
Pengurus Cabang ORADO Kota Surakarta Dikukuhkan, Siap 'Memintarkan Indonesia' Lewat Olahraga Domino