SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka melepas atlet dan pelatih kontingen Provinsi Jawa Tengah asal Kota Solo di ajang PON XX Papua 2021.
Pelepasan itu dilakukan di Pendapi Gede Balaikota Solo, Jumat (17/9/2021). Selain atlet, jajaran pelatih hingga official juga dilepas.
Ada 53 atlet, dua manajer, tujuh pelatih, tiga asisten pelatih dan satu technical support yang tergabung dengan kontingen Jateng di PON Papua.
Gibran berharap jika atlet Kota Solo bisa menang dan meraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON). Tidak hanya itu tapi juga bisa membanggakan Kota Solo.
"Semoga menang dan bisa membanggakan Kota Solo," kata dia, Jumat (17/9/2021).
Apakah akan ada bonus bagi atlet Solo yang berprestasi di PON Papua. Gibran belum bisa memastikan, nanti akan dibahas dulu.
"Nanti-nanti. Mungkin bonus tanya ketua KONI," ungkapnya.
Sementara itu Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Solo, Lilik Kusnandar meminta kepada para atlet jadilah pemenang di setiap pertandingan.
"Ini sesuai dengan slogan KONI Solo. Tidak peduli lawannya lebih besar, atau kuat tapi ingat bahwa mereka merupakan duta-duta kebanggaan Kota Solo," sambung dia.
Baca Juga: PON Papua: Atlet Gorontalo Silfana Mahmud Incar Medali Emas Muaythai
Lilik pun akan ikut berangkat ke Papua, sehingga akan mudah memantau para atlet dari Kota Solo. Karena, dia juga masuk sebagai manajer tim balap motorkontingen Jateng.
"Nanti saya juga akan berada di tengah-tengah kalian. Jadi akan mudah untuk memantau dan komunikasi jadi lancar," imbuhnya.
Lilik berharap, atlet-atlet Solo bisa tampil bagus dan mendapatkan medali PON Papua. "Optimis bisa raih prestasi. Harus dipersiapkan lebih matang lagi," ucap dia.
Tidak semua atlet ikut pelepasan kali ini, karena sudah ada atlet yang berangkat ke Papua. Mereka yang berangkat dari Gantole, karena memang perlu penyesuaian angin disana.
"Taekwondo juga tidak bisa hadir, karena dalam pemusatan latihan. Saya harap mereka bisa membawa harum Kota Solo," tandasnya.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!