SuaraSurakarta.id - Olimpiade Tokyo 2020 menjadi perhatian pecinta olahraga di dunia. Namun ternyata ada atlet asli Wonogiri yang bertanding di ajang olahraga terbesar di dunia.
Ia adalah Gregoria Mariska Tunjung Cahyaningsih. Ia merupakan pemain bulu tangkis tunggal putri Indonesia yang berasal dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Gregoria Mariska merupakan perempuan Wonogiri yang lahir pada 11 Agustus 1999. Saat ini tengah berjuang di turnamen Olimpiade Tokyo 2020.
Perempuan yang akrab disapa Jorji itu baru kali pertama mengikuti turnamen di Olimpiade selama kariernya sebagai atlet bulu tangkis.
Perjalanan Jorji mulai dari awal hingga bisa tampil di Olimpiade Tokyo 2020 selalu mendapat dukungan dari orang tuanya.
“Kemarin [Minggu, 25 Juli 2021], habis bertanding di penyisihan grup juga telfon ke saya. Kami sering berkomunikasi, baik mau main atau latihan,” kata Maryanto, ayah Jorji, dilansir dari Solopos.com, Senin (26/7/2021).
Sebagai orang tua, ia mengaku bangga anaknya bisa tampil di Olimpiade. Namun ia harus terus memberikan semangat dan dukungan yang kuat kepada Jorji.
Maryanto menceritakan, kegemaran Gregoria Mariska Tunjung kepada bulu tangkis berawal dari adanya Piala Thomas dan Uber 2004. Jorji, yang saat itu masih berusia lima tahun ikut menyaksikan pertandingan di televisi.
Setelah melihat pertandingan, Jorji meminta ayahnya untuk dibelikan raket. Akhirnya, setiap hari ia bersama ayahnya bermain bulu tangkis di gang Perumahan Griya Cipta Laras, Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Wonogiri.
Baca Juga: Mengharukan! Ini Kenangan Satpol PP Sragen Sprinter Peraih Peringkat 13 Olimpiade 1984
“Saat main di perumahan ada tetangga yang tahu dan mengarahkan agar Jorji les bulu tangkis di Solo. Akhirnya les dan saat itu julukan guru atau pelatihnya itu Pak Jepang,” ungkapnya.
Selain di Solo, kata Maryanto, Jorji juga dilatih saudaranya yang berada di Klaten. Selain itu, saat di rumah Jorji masih berlatih kembali dengan ayahnya. Kemudian pada kelas lima SD, ia ikut seleksi di Perkumpulan Bulu Tangkis atau PB Mutiara Cardinal Bandung.
“Sejak saat itu Jorji mulai ikut lomba-lomba atau turnamen bulu tangkis dengan membawa nama PB Mutiara Cardinal itu. Sekolahnya ikut homeschooling,” ujar dia.
Sejak 2014, kata dia, Gregoria Mariska Tunjung mulai tinggal di Asrama Pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia atau PBSI Cipayung, Jakarta Timur. Jorji kali terakhir pulang ke Wonogiri pada November 2020.
“Setiap mau tanding pasti pamit dan kasih kabar. Kemudian saya juga kasih saran dan masukan. Di Olimpiade ini step by step dulu, mudah-mudahan bisa sampai puncak,” kata dia.
Menurut Maryanto, bakat bulu tangkis Jorji sudah terlihat sejak ia masih kecil. Maryanto sendiri pada dasarnya juga kurang gemar bulu tangkis. Jadi secara keturunan tidak ada yang minat dan suka dengan bulu tangkis.
“Saat kecil itu anaknya enerjik tidak mau diam. Dari kecil suka polah dan beraktivitas. Dan akhirnya cocok di bidang bulutangkis,” kata Maryanto.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
Terkini
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Jadwal Imsak Surakarta dan Sekitarnya 19 Februari 2026: Lengkap dengan Lafal Niat Puasa Ramadan
-
Sri Marwini Beli Rumah Justru Tertipu Notaris dan Berujung Kalah Gugatan, Ini Kronologinya
-
Heboh, Petugas Kelurahan di Solo Sebarkan Dokumen eks Pembalap F1 Rio Haryanto di Medsos
-
Grebeg Sudiro: Tak Sekadar Pesta Rakyat, Namun Representasi Nyata Kehidupan Harmonis Warga Solo