SuaraSurakarta.id - Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 menjadi perbincangan hangat.
Namun selain serunya pertandingan atlet di Olimpiade, ajang tersebut juga membangkitkan kenangan masa lalu dari Kardiono, 58, warga Sragen, Jawa Tengah.
Rupanya anggota Satpol PP Sragen yang bertugas sebagai Kasi Trantib Kecamatan Jenar itu dulunya merupakan tulang punggung Indonesia di ajang Olimpade 1984 yang diselenggarakan di Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Solopos.com, Kardiono merupakan sprinter andalan Indonesia kala itu. Bersama tiga rekannya yakni Christian Nenepath, M. Purnomo, dan Ernawan Witarsa, Kardiono turun di nomor kuartet lari 4 x 100 meter putra.
Di luar dugaan, mereka mampu membukukan catatan waktu 40,43 detik pada seri ketiga babak pertama. Pencapaian itu memecahkan rekor nasional sebelumnya yakni 40,54 detik.
“Walau tidak meraih medali, pada Olimpiade di California, kami meraih ranking 13 dunia di nomor 4×100 meter putra,” kenang Kardiono yang pada saat itu masih berusia 21 tahun, Senin (26/7/2021).
Sebagai anak seorang petani, Kardiono tidak memiliki garis keturunan seorang atlet. Kegemarannya pada olahraga lari sejak kecil mengantarkan Kardiono menjadi sprinter andalan Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.
“Kenapa dulu saya bisa jadi atlet nasional karena sejak kecil saya senang lari. Setiap ada lomba, baik di tingkat daerah, provinsi hingga se-Jawa dan Bali, saya selalu raih juara. Walau lahir dari keluarga petani, orang tua mendukung penuh saya,” ujar warga Sidomulyo, Toyogo, Sambungmacan, Sragen ini.
Kardiono muda biasa berlatih di lintasan atletik Stadion Taruna Sragen. Ada kalanya ia berlatih di kawasan Manahan, Solo, bersama Sri Handayani, mantan Kapolres Sragen, yang kala itu terjun di nomor lari gawang 110 meter putri.
Baca Juga: Olimpiade Tokyo 2020 Trending, Ini 5 Rekomendasi Film Olahraga Indonesia
Berkat kerja kerasnya selama latihan, Kardiono kerap tampil di berbagai kejuaraan internasional.
Seleksi PNS Jalur Prestasi
Pada 1983, Kardiono ambil bagian pada SEA Games di Singapura. Di tahun yang sama, ia meraih peringkat 15 dunia pada ajang pekan olahraga dan seni mahasiswa di Canada.
Pada 1984, selain meraih peringkat 13 dunia di Olimpiade di Los Angeles, Kardiono juga meraih Juara I di Asian Cup di Filipina.
Masih di tahun yang sama, Kardiono meraih Juara III di nomor 100 meter putra dan Juara I di nomor 4 x 100 meter dari ajang pekan olahraga dan seni mahasiswa di Malaysia.
Pada 1985, Kardiono meraih medali perak pada nomor 100 meter putra pada ajang HUT Kemerdekaan Brunei Darussalam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Warga Sekitar TPA Putri Cempo Mulai Mengungsi, Alami Sesak Nafas
-
Komisi Yudisial dan Keraton Kasunanan Surakarta Bersinergi Perkuat Etika dan Budaya Hukum
-
Surakarta Football Championship 2026, Ketika Sepak Bola Jadi Ruang Silaturahmi
-
Dampak Kebakaran TPA Putri Cempo, Puluhan Siswa SDN Plesungan II Karanganyar Belajar Pakai Masker
-
Kebakaran TPA Putri Cempo Solo, Api Masih Nyala dan Asap Cukup Tebal