Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Senin, 26 Juli 2021 | 14:10 WIB
Kardiono (paling kanan) bersama empat rekannya yang turun di nomor lari 4 x 100 meter di Olimpiade 1984 di Los Angeles, California, Amerika Serikat. [Solopos.com/Istimewa-dok. Kardiono]

SuaraSurakarta.id - Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 menjadi perbincangan hangat. 

Namun selain serunya pertandingan atlet di Olimpiade, ajang tersebut juga membangkitkan kenangan masa lalu dari Kardiono, 58, warga Sragen, Jawa Tengah.

Rupanya anggota Satpol PP Sragen yang bertugas sebagai Kasi Trantib Kecamatan Jenar itu dulunya merupakan tulang punggung Indonesia di ajang Olimpade 1984 yang diselenggarakan di Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Solopos.com, Kardiono merupakan sprinter andalan Indonesia kala itu. Bersama tiga rekannya yakni Christian Nenepath, M. Purnomo, dan Ernawan Witarsa, Kardiono turun di nomor kuartet lari 4 x 100 meter putra.

Baca Juga: Olimpiade Tokyo 2020 Trending, Ini 5 Rekomendasi Film Olahraga Indonesia

Di luar dugaan, mereka mampu membukukan catatan waktu 40,43 detik pada seri ketiga babak pertama. Pencapaian itu memecahkan rekor nasional sebelumnya yakni 40,54 detik.

“Walau tidak meraih medali, pada Olimpiade di California, kami meraih ranking 13 dunia di nomor 4×100 meter putra,” kenang Kardiono yang pada saat itu masih berusia 21 tahun, Senin (26/7/2021).

Sebagai anak seorang petani, Kardiono tidak memiliki garis keturunan seorang atlet. Kegemarannya pada olahraga lari sejak kecil mengantarkan Kardiono menjadi sprinter andalan Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.

“Kenapa dulu saya bisa jadi atlet nasional karena sejak kecil saya senang lari. Setiap ada lomba, baik di tingkat daerah, provinsi hingga se-Jawa dan Bali, saya selalu raih juara. Walau lahir dari keluarga petani, orang tua mendukung penuh saya,” ujar warga Sidomulyo, Toyogo, Sambungmacan, Sragen ini.

Kardiono muda biasa berlatih di lintasan atletik Stadion Taruna Sragen. Ada kalanya ia berlatih di kawasan Manahan, Solo, bersama Sri Handayani, mantan Kapolres Sragen, yang kala itu terjun di nomor lari gawang 110 meter putri.

Baca Juga: Olimpiade Tokyo: Dikalahkan Peselancar Jepang, Rio Waida Terdepak di Babak 16 Besar

Berkat kerja kerasnya selama latihan, Kardiono kerap tampil di berbagai kejuaraan internasional.

Load More