SuaraSurakarta.id - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sragen terus melonjak. Dalam sehari, per Sabtu (19/6/2021), angka kasus baru mencapai 160 orang.
Dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com, hampir setiap akhir pekan terjadi lonjakan kasus baru di atas 100 orang. Pada Jumat (18/6/2021), angka kasus baru cukup tinggi di angka 150 orang. Namun pada Kamis ke belakang angka kasus baru kurang dari 50 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr Hargiyanto menyampaikan data kasus baru Covid-19 di Sragen per Sabtu sore sebanyak 160 kasus baru, yakni dari angka 8.646 orang per Jumat menjadi 8.806 orang per Sabtu.
Angka kematian Covid-19 di Sragen, sebut dia, tidak ada karena data kumulatif angka kematian masih tetap 477 orang atau 5,42%. Sementara angka kesembuhan masih di bawah rata-rata nasional, yakni 7.600 orang atau 86,30%.
Berdasarkan data tracing yang dilakukan DKK, Hargiyanto mencatat sebanyak 1.819 orang kontak erat, sebanyak 701 orang di antaranya masih menunggu hasil tes swab PCR.
Angka keterisian tempat tidur di rumah sakit (RS) atau bed occupancy rate (BOR) untuk ruang isolasi, sebut Hargiyanto, sebesar 80% dan BOR untuk ruang intensive care unit (ICU) sebesar 90%.
“Sore ini di RSUD dr. Soeratno Gemolong sudah bisa dimanfaatkan tambahan tempat tidur ruang ICU sebanyak enam unit. Dengan penambahan itu maka BOR ICU bisa turun menjadi 68%,” ujarnya yang diamini Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat ditemui wartawan di Technopark Sragen, Sabtu siang.
Hargiyanto menerangkan tempat tidur di RSUD Gemolong itu sedianya digunakan Kamis tetapi barangnya terlambat datang dua hari sehingga baru bisa digunakan Sabtu. Untuk kebutuhan tempat tidur ruang isolasi RS, ujar dia, ada dua RS yang akan menambah, yakni RS Mardi Lestari dan persiapan di RS PKU Muhammadiyah Masaran, Sragen.
Dia menerangkan penambahan kasus baru itu di antaranya adanya penambahan dua kasus baru untuk klaster Kudus di wilayah Desa Brojol. Dia mengatakan kasus di Brojol itu sebelumnya 14 orang menjadi 16 orang.
Baca Juga: Update Covid-19 di Bali: Kasus Positif Meningkat
Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster Kudus itu, sebut dia, sebanyak 21 orang, yakni 16 kasus di Brojol, empat kasus di Sunggingan, dan satu kasus di Gemolong.
“Kebijakan terkait dengan klaster Kusud itu, kami sudah melakukan gerakan vaksinasi untuk seluruh lansia dan penyemprotan disinfektan. Pengambilan spesimen untuk uji whole genome sequencing di UGM yang sampai sekarang belum turun,” terang Bupati Sragen menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
Terkini
-
Kiper Jebolan Kendal Tornado FC Youth Tepis Dua Penalti, Solo Raih Emas Porprov Jateng
-
Panahan Kota Solo Lolos ke Empat Final Beregu Porprov Jateng 2026, Bidik Sapu Bersih Emas
-
Masuk Blacklist Politisi Edisi Bupati/Wali Kota, Ini Respon Santai Respati Ardi
-
Ketahuan Selingkuh, ASN di Solo Diberhentikan
-
Raih Medali Emas Panahan, Daffa Indika dan Dimas Maulana Kompak Angin Jadi Tantangan