SuaraSurakarta.id - Setelah melalui proses mediasi yang dibantu oleh pihak PT Gojek Indonesia, mitra pengemudi yang sempat diamankan tim Sparta Polresta Surakarta karena ketidaktahuannya mengantar minuman keras (miras) melalui layanan GoShop akhirnya dibebaskan dari semua proses hukum.
"Alhamdulillah masalah sudah terselesaikan dengan baik. Dari pihak gojek mendampingi saya sampai urusan di kantor polisi Surakarta selesai," ujar Andri, mitra pengemudi tersebut dalam rilis yang diterima Suara.com, Senin (14/6/2021).
Andri mengucapkan terimakasih kepada pihak Gojek karena kini ia bisa kembali bekerja dengan tenang tanpa dibayang-bayangi status tersangka atau pun wajib lapor. Ia juga tidak perlu menjadi saksi atas kasus tersebut.
"Alhamdulillah, tidak ada wajib lapor dan tidak jadi tersangka. Saya juga tidak akan dimintai jadi saksi. Benar-benar clear. Semuanya sudah selesai," ucap Andri.
Padahal pada saat penangkapan ia mengaku sempat diminta menandatangani surat berisi penetapan status sebagai tersangka. Namun pihak kepolisian telah mengklarifikasi hal tersebut.
"Itu yang bikin daya dilema. Kok saya diminta tanda tangan formulir yang isinya saya sebagai tersangka. Tapi setelah mediasi akhirnya diklarifikasi, saya tidak jadi tersangka," unkap Andri.
Belajar dari peristiwa yang ia alami, Andri mengimbau rekan sesama pengemudi online lebih berhati-hati dalam menerima pesanan dan memastikan pesanan tersebut sesuai dengan standar opersional perusahaan.
"Teman-teman harus hati-hati menjalankan order. Kalau kita tidak tahu isi barang orderannya memang sesuai SOP tidak boleh dijalankan," ujarnya.
Pihak Polresta Surakarta pun telah menyampaikan dari hasil pendalaman kasus tersebut disimpulkan bahwa mitra pengemudi Gojek tersebut hanya dalam kapasitas sebagai pengantar pesanan yang masuk lewat aplikasi. Sehingga pengemudi dipulangkan saat itu juga dari Mako Polresta Surakarta.
Baca Juga: Bapak 'Ngeprank' Anak Ngaku Dikeroyok, Endingnya Malah Ngenes dan Dikukut Polisi
"Untuk sejumlah kerugian yang dialami oleh driver ojek online tersebut, akibat transaksi yang telah terjadi untuk pengantaran pesanan minuman beralkohol tersebut, maka sebagai bentuk dari rasa simpati dan empati dari Polresta Surakarta telah memberikan tali asih uang sebesar Rp375 ribu," bunyi keterangan dari Polresta Surakarta.
Terkait masalah ini, Gojek melalui akun Twitternya @gojekindonesia juga telah menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan melakukan pendampingan kepada mitra pengemudi dalam mediasi dengan Polres Surakarta.
"Gojek menegaskan saat ini mitranya tidak menjadi tersangka dan tidak dikenai wajib lapor ke pihak kepolisian," cuit @gojekindonesia pada Minggu (13/6/2021).
Gojek pun memberikan tips kepada mitra pengemudi dan konsumen agar terhindar dari modus penipuan melalui layanan GoShop. Pertama, pelanggan wajib memberikan informasi yang lengkap dan akurat di dalam kolom keterangan yang disediakan dalam laman GoShop.
Selain itu, untuk menghindari transaksi yang mencurigakan, kami mengimbau mitra untuk selalu mengecek kembali apakah barang sudah sesuai dengan deskripsi.
Terakhir, sebagai bukti transaksi, mitra driver harus mendapatkan struk/kwitansi resmi dari toko disertai dengan cap toko.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Mahasiswa PPG Unisri Solo Edukasi Karang Taruna soal 3A dan Latih Kreativitas Ecoprint
-
Konflik Keraton Solo Memanas! Kubu PB XIV Purboyo Layangkan Somasi ke Gusti Moeng
-
Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi
-
BRI Group Raih Enam Penghargaan Global, Kepemimpinan hingga ESG Mendapat Apresiasi
-
Qlola Catat Pertumbuhan Pengguna 42,6 Persen, BRI Hadirkan New Skin