SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan pembangunan fisik masjid yang berada di wilayah Gilingan Kecamatan Banjarsari akan dikerjakan pertengahan April ini.
Nantinya masjid tersebut merupakan miniatur Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi Uni Emirat Arab.
Seperti diketahui, peletakan batu pertama telah dilakukan pada 5 Maret 2021. Masjid ini adalah hadiah dari putra mahkota Uni Emirat Arab, Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Ini baru April pertengahan nanti akan kelihatan. Santai saja," ujar Gibran, Minggu (18/4/2021).
Proyek pembangunan masjid yang merupakan bantuan dari Abu Dhabi ini ditarget selesai 18 bulan, tahun 2022 akan berdiri. Gibran menegaskan jika masjid ini adalah hibah, jadi untuk biaya pembangunan bukan dari pemkot.
"Ini kan sudah di deadline 18 bulan selesai. Sekali lagi ini adalah hibah bukan dari pemkot, ini masyarakat harus tahu," tegas dia.
Masjid yang akan dibangun di lahan bekas depo pertanian ini akan menghabiskan anggaran sekitar Rp5,7 triliun. Luas lahan yang digunakan untuk membangun masjid sekitar 2,9 hektar dengan menampung sekitar 10.000 jamaah.
"Masjid ini nantinya akan menjadi tempat penyebaran nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan," kata dia.
Masjid dengan nama Masjid Agung Sheikh Zayed Abu Dhabi ini memiliki empat menara yang masing-masing setinggi 106 meter. Nanti akan dihiasi dengan 82 kubah yang terbuat dari marmer putih, sedangkan kubah terbesar berada di ruang shalat utama.
Baca Juga: Kisah Sate Jamu, Makanan Berbahan Daging Anjing yang Populer di Kota Solo
Kolom mahkota masjid akan berbentuk bawang yang dihiasi dengan mozaik kaca emas. Gaya arsitektur masjid mengadopsi unsur Maroko, Andalusia, dan Mameluke.
Nantinya timur masjid akan ada boulvard, sedangkan di sisi depan akan dibangun air mancur yang dikombinasikan dengan tanaman-tanaman khas Solo. Masjid ini akan menjadi monumen persahabatan antara Solo-Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA).
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (kemenag) Jawa Tengah, Musta'in Ahmad saat ditemui belum lama ini mengatakan untuk pembangunan masjid 100 persen pembiayaan dari UEA. Nanti kalau sudah jadi akan diserahkan ke Pemerintah Indonesia.
"Kapan akan mulai dibangun, mereka yang akan menentukan. Kita tunggu saja," sambungnya.
Untuk persiapan sudah siap semua, seperti andalalin, izin mendirikan bangunan (IMB) sudah ada, tanahnya sudah bebas, apalagi sudah dilakukan peletakan batu pertama.
"Kemungkinan akan dibangun lebih cepat. Kita sudah dikasih tahu nanti masjidnya seperti ini bentuknya, maketnya sudah ada," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar di Jakarta
-
Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
-
Kemenpora Beri Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 kepada BRI
-
Firasat Aneh Kakak-Adik Korban Kapal Virgo: Minta Pakaian Dicuci Ibu hingga Ingin Tidur Bersama
-
Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar