SuaraSurakarta.id - Nasib tragis dialami seorang siswa Madrasah Aliah Negeri (MAN) di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) berinisial KK (17).
Dia tewas usai dipukul seseorang yang juga masih bau ingusan yakni pelajar salah satu SMA. Ironisnya, kejadian itu bermotif asmara yakni rebutan pacaran.
Dilansir dari SuaraSumbar.id, perkelahian maut itu berlangsung di kawasan Belakang Balok, Kota Bukitttinggi itu berawal dari percakapan via WhatsApp antara pelaku dan korban.
Keduanya terlibat cekcok karena pelaku berpacaran dengan mantan korban. Entah kenapa, pelaku dan korban janjian untuk bertemu di lokasi tersebut.
Ketika korban dan temannya sampai di lokasi yang telah di janjikan, korban turun dari sepeda motor dan pelaku langsung memukul kepala korban menggunakan helm hingga korban terjatuh ke aspal.
Perkelahian itu sempat di lerai warga yang berada di sekitar lokasi. Lantas, korban yang mengalami luka parah dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.
Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, pelaku berinisial NR dijerat Pasal 80 ayat (3) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Jo UU Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
"Pelaku terancam 12 tahun penjara. Penyidikan masih berlanjut dan untuk pelaku telah kami lakukan penahanan badan selama tujuh hari di sel tahanan khusus anak Mapolres Bukittinggi," katanya, Senin (8/2/2021).
Terpisah, Kabid Humas Polda Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, perkelahian pelajar yang sampai berujung maut ini merupakan salah satu bentuk kurangnya kendali orang tua terhadap prilaku anak.
Baca Juga: 7.336 Orang Jajal KRL Jogja-Solo, Jadwal Prameks Berubah
"Para pelajar yang masih muda, dan labil, cenderung senang melakukan perbuatan melawan hukum terutama bersama teman-temannya," katanya.
Menurut Satake, para pelajar perlu diberikan pembinaan, baik dari orang tua, guru atau dari pihak eksternal dari yaitu kepolisian dan tokoh masyarakat.
"Peran keluarga itu Soko Guru atau tonggaknya anak bisa baik itu di keluarga yang utama," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
Soal Hak Angket Polemik Ijazah Gibran, Jokowi: Itu Hak Konstitusional Partai Politik di DPR
-
Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!
-
Bupati Klaten Terjaring OTT KPK di Rumah Dinas, Begini Reaksi Sang Wakil Bupati
-
Bupati Hamenang Wajar Ismoyo Minta Maaf Kepada Masyarakat Usai Diperiksa 14 Jam oleh KPK
-
Bangun Ekonomi Desa, BRI Dukung Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih