SuaraSurakarta.id - Hujan deras sepanjang hari yang mengguyur Kabupaten Sukoharjo berdampak pada meluapnya sejumlah sungai, termasuk Sungai Bengawan Solo.
Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, menjadi daerah paling parah terdampak banjir luapan air Sungai Bengawan Solo di Sukoharjo, Kamis (4/2/2021). Rumah Wakil Bupati Sukoharjo, Purwadi juga tak luput dari terjangan banjir.
Namun, warga menyayangkan dua pompa air belum bisa dioperasikan. Warga meyakini jika pompa itu bisa beroperasi, banjir akan lebih cepat surut.
Dilansir dari Solopos.com--jaringan Suara.com, warga setempat harus menaiki perahu karet untuk melewati jalan perkampungan.
"Masyarakat sudah terbiasa dengan banjir. Mereka tak kaget lagi saat ketinggian air sungai bertambah dan meluap ke rumah penduduk. Rumah saya termasuk langganan banjir saat musim penghujan," kata Purwadi saat ditemui Solopos.com di kediamannya.
Purwadi menceritakan banjir Sungai Bengawan Solo terbesar terjadi pada 2007 silam. Kala itu, hampir seluruh wilayah Sukoharjo terendam banjir.
Ketinggian banjir di wilayah Gadingan, Sukoharjo, kala itu mencapai genting rumah warga. Rumah Purwadi hanya berjarak puluhan meter dari tanggul Sungai Bengawan Solo.
Sejatinya, ada dua mesin pompa air di Desa Gadingan yang bisa digunakan untuk menyedot air luapan sungai saat musim penghujan. Namun, hingga sekarang mesin pompa air itu belum beroperasi.
“Saya juga tidak tahu mengapa mesin pompa air itu belum beroperasi. Mungkin ada kendala teknis. Jika mesin pompa air beroperasi, banjir lebih cepat surut,” ujarnya.
Baca Juga: Waduh! Sungai Terpanjang di Jawa Tercemar Mikroplastik, Apa Itu?
Pemkab Sukoharjo bertindak cepat merespons bencana banjir yang merendam ratusan rumah penduduk sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo dan Kali Samin termasuk di Gadingan.
Dapur umur didirikan di Balai Desa Laban untuk menyuplai logistik warga yang rumahnya terendam banjir. Masyarakat tak bisa memasak makanan selama genangan air masih merendam rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Dukung Diaspora dan PMI, BRImo Taiwan Raih Penghargaan Inovasi Indonesia 2026