SuaraSurakarta.id - Pencemaran bukan hal baru bagi Sungai Bengawan Solo. Berbagai limbah pabrik, bangkai binatang, hingga ilmbah perumahan bak hantu yang terus membayangi sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.
Bahkan saat ini, Sungai Bengawan Solo juga tercemar mikroplastik dan logam berat. Dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com, Kelimpahan mikroplastik terdapat pada segmen hulu yakni Sungai Samin, Sungai Tempuran Jebres, Sungai Perbatasan Sukoharjo, dan dua titik pada outlet Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri.
Dari titik itu ditemukan kelimpahan mikroplastik 51 partikel per 100 liter air. Hal tersebut merupakan hasil penelitian mahasiswa semester V Biologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Muhammad Yusron dan Muhammad Asroul Jaza.Temuan lain menunjukkan Bengawan Solo di Sungai Samin tercemar logam berat khrom, kadmium, dan timbal, serta senyawa kimia berbahaya khlorin dan nitrit.
“Kondisi ini sangat mengancam perikanan Sungai Bengawan Solo, khususnya Jawa Timur yang banyak menggunakan air Bengawan Solo untuk perikanan budidaya tambak,” kata Yusron kepada Solopos.com, Senin (1/2/2021).
Selain mengancam perikananan, pencemaran juga berdampak pada kesehatan manusia. Karena sifat mikroplastik mempunyai ikatan terbuka sehingga akan mudah mengikat logam berat.
Mikroplastik yang ada di Sungai Bengawan Solo akan berfungsi sebagai media yang mengangkut logam berat ke dalam sistem metabolisme biota air yang akhirnya dikonsumsi manusia.
Tidak adanya pengendalian pencemaran sungai terpanjang Pulau Jawa itu akan membawa ancaman serius bagi lingkungan dan kelangsungan hidup manusia sepanjang sungai.
Berdasarkan penelitian, Sungai Bengawan Solo tercemar dengan kelimpahan mikroplastik tertinggi terdapat pada sungai perbatasan Sukoharjo mencapai 17 partikel/100 liter. Jenis mikroplastik dominan fiber berada pada Kali Samin dan Kali Tempuran Jebres.
Tingginya jenis fiber pada ketiga lokasi ini berasal dari limbah garmen (tekstil) dan rumah tangga khususnya serat pakaian sintetis limbah laundry.
Baca Juga: Mengenal Komunitas Muslim Berkuda di Solo
Dengan pembuangan sampah plastik pada sepanjang DAS Bengawan Solo, terjadi peningkatan kelimpahan pada wilayah perkotaan daripada wilayah WGM Wonogiri.
Mengandung Polimer
“Sampling menggunakan Mesh Ukuran T165 yang biasa digunakan untuk menjaring plankton. Sample yang terjaring didestruksi dengan campuran larutan H2SO4 dan H2O2 dengan konsentrasi masing-masing 30% [perbandingan 3:1],” terang Asroul Jaza.
Selanjutnya, kata Asroul, separasi melalui sentrifugasi pada kecepatan 3.000 rpm selama 15 menit. Partikel yang tersaring diamati menggunakan mikroskop stereo yang terhubung dengan kamera DX230 dan skala 1:40.
Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm mengandung polimer seperti polietilen (PE), polipropilen (PP). Juga polistirin (PS), polivinil klorida (PVC) atau zat aditif/tambahan seperti pembuat lentur (Phtalat/Plastiziser) dan Penguat (Bhispenil A/BPA).
Mikroplastik dapat terakumulasi dalam jumlah tinggi pada ekosistem perairan, khususnya sedimen, biota, dan perairan itu sendiri. Padahal, mikroplastik mengandung senyawa kimia berbahaya yang ditambahkan selama proses pembuatannya.
Bahkan mikroplastik mampu menyerap kontaminan atau toksin serta menjadi habitat bakteri patogen di sekeliling lingkungannya. Beberapa penelitian juga menyebutkan adanya peningkatan toksisitas logam berat setelah diserap mikroplastik sehingga menjadi lebih berbahaya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Morinaga Soya Lanjutkan Soyalympic ke Yogyakarta dan Solo, Ajak Anak Berani Bereksplorasi
-
Isak Tangis Iringi Kepulangan Guntur, ABK Kapal Virgo Transport 8 yang Ditemukan di Dalam Kamar
-
Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten
-
BRI Peduli Wujudkan Harapan Murid Ini, Tak Lagi Terhalang Banjir Rob Saat ke Sekolah
-
Pengurus Cabang ORADO Kota Surakarta Dikukuhkan, Siap 'Memintarkan Indonesia' Lewat Olahraga Domino