SuaraSurakarta.id - Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mendadak mengunjungi kediaman salah satu tokoh masyarakat, Habib Hasan Mulachela di Pasar Kliwon, Senin (18/1/2021). Ade Safri didampingi Kapolsek Pasar Kliwon AKP Adis Dani Garta.
Penetapan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo terpilih akan dilakukan pada 21 Januari 2021 mendatang. Setelah itu paslon Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa akan segera memimpin kota bengawan.
Mereka terlibat perbincangan hangat di ruang utama sekitar satu jam. Ade menjelaskan, kunjungan itu merupakan agenda rutin yang dilakukan selama ini untuk bersilaturahmi dan berkomunikasi dengan tokoh masyarakat.
"Ini dalam rangka ikut menyamakan visi menjaga dan memelihara Kamtibmas Kota Solo dalam keadaan sejuk dan kondusif," kata Ade Safri kepada awak media.
"Dukungan luar biasa dari para ulama dan tokoh masyarakat semua yang ada untuk membantu Polri dalam hal ini menjaga dan memelihara Kota Solo dalam keadaan sejuk," paparnya.
Menurutnya, agenda sambang serupa juga dilakukan ke masing-masing pasangan calon (paslon), ketua tim pemenangan, maupun ketua parpol pengusung dan pendukung.
"Semua dalam satu frekuensi yang sama agar Kota Solo aman untuk masyarakat bersama," tegas mantan Direskrimum Polda Lampung tersebut.
Sementara Hasan Mulachela menyambut baik kunjungan mantan Kapolres Karanganyar tersebut.
"Intinya kita sebagai msayarakat bersinergi dengan kepolisian untuk menjaga kondusivitas Kota Solo," papar sosok yang juga politisi senior PPP tersebut.
Baca Juga: Karena Hal Ini, Gibran Tak Terdaftar Penerima Vaksin Pertama di Kota Solo
Sebelumnya, Ketua KPU Surakarta Nurul Sutarti dilansir dari ANTARA mengatakan berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor. 19/2020, Pasal 54 ayat (1) rapat pleno penetapan pasangan cawali-cawawali terpilih dilakukan dalam rapat pleno terbuka, dengan dihadiri semua pasangan cawali-cawawali, partai politik pengusung dan unsur Bawaslu.
Menyinggung soal pelantikan paslon wali kota dan wakil kota terpilih, kata dia, masih menunggu kepastiannya, dan Akhir Masa Jabatan (AMJ) untuk pejabat lama, pada 17 Februari 2021.
"Soal pelantikan paslon wali kota dan wakil wali kota terpilih merupakan kewenangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melalui Gubernur Jawa Tengah, masih menunggu kepastiannya," kata Nurul.
Diketahui, paslon Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakoso dalam Pilkada Surakarta 2020 yang diusung PDIP mendapatkan suara 86.55 persen, sedangkan Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo (Bajo), yang diusung melalui perseorangan meraih suara sekitar 13,45 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
BBRI Kembali Dilirik JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Tinggi Jadi Andalan
-
LDA Keraton Solo Ancam Buka Paksa Akses yang Dikunci, Penghalang Revitalisasi Bakal Dipidanakan
-
PB XIV Hangabehi Pastikan Revitalisasi Keraton Solo Dimulai Pekan Ini, Museum Jadi Prioritas Utama
-
BRI, OJK, dan Kemkomdigi Bersinergi Perkuat Pemberantasan Scam dan Judi Online
-
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo Cs, Langsung Jadi Saksi di Pengadilan