- Warga Colomadu berinisial M (50) ditusuk saat melerai perkelahian di Nusukan Solo pada Senin (2/3/2026) malam.
- Pelaku penusukan berinisial RT (27) telah diamankan polisi setelah korban menderita luka serius di pinggang.
- Perkelahian awal terjadi akibat tantangan pesan singkat antara dua pemuda, korban hanya berniat meredakan keributan.
SuaraSurakarta.id - Seorang warga Colomadu, Karanganyar, berinisial M (50) menjadi korban penusukan saat mencoba melerai perkelahian di kawasan Jl Pierre Tendean, Nusukan, Banjarsari, Solo, pada Senin (2/3/2026) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB tersebut membuat korban mengalami luka tusuk serius di bagian pinggang kiri. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Polisi juga telah mengamankan seorang pria berinisial RT (27) yang diduga sebagai pelaku penusukan. Saat ini pelaku tengah menjalani proses hukum di Polresta Solo.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena korban sebenarnya tidak terlibat dalam konflik awal. Ia justru menjadi korban ketika berusaha menghentikan perkelahian yang terjadi di lokasi. Berikut 7 fakta penting terkait peristiwa penusukan tersebut.
1. Korban Awalnya Sedang Makan Bersama Keluarga
Berdasarkan keterangan kepolisian, korban M berada di kawasan Nusukan untuk makan malam bersama keluarganya.
Saat itu korban sedang berada di sekitar lokasi ketika melihat adanya keributan yang melibatkan beberapa anak muda.
Korban kemudian mencoba mengecek situasi tersebut karena khawatir keributan bisa semakin meluas.
Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Derry Eko Setiawan menjelaskan bahwa korban sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan pihak yang bertikai.
Baca Juga: Ini Jadwal Azan Magrib Waktu Buka Puasa di Surakarta Hari Ini 24 Feb 2026
“Korban saat itu sedang makan bersama keluarga di kawasan Nusukan, kemudian melihat ada sekelompok anak muda ribut-ribut dan ternyata ada dua orang sedang berkelahi,” kata AKP Derry.
2. Perkelahian Berawal dari Tantangan Lewat Pesan Singkat
Penyelidikan polisi menemukan bahwa perkelahian tersebut dipicu konflik antara dua pemuda berinisial OS (25) dan AP (30).
Sebelum kejadian, sekitar pukul 22.22 WIB, OS menerima pesan singkat dari AP.
Isi pesan tersebut berupa tantangan untuk bertemu secara langsung dan menyelesaikan masalah yang terjadi di antara keduanya.
Keduanya kemudian sepakat bertemu di depan Ruko Clandies, Nusukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
Terkini
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Warga Gembira, Prabowo Bangun Lagi Jembatan Penghubung Klaten-Yogya yang Sempat Hanyut
-
Suami Depresi, Ibu Buruh Tani Bangga Anaknya Kini Bisa Belajar Gratis di Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Bantu Nenek Antar Anak Asuh Yatim Piatu Kejar Cita-cita Jadi Tentara
-
Cuan di Balik Cerobong Asap: Bagaimana Program MBG Menghidupkan Kembali Bengkel Las Tua di Sukoharjo