- Kementerian Ekonomi Kreatif menggelar pelatihan Santri Matic bagi sekitar 200 santri di Pondok Pesantren Al-Muayyad Surakarta, Sabtu (31/10/2026).
- Menteri Teuku Riefky Harsya menyatakan pelatihan ini bertujuan membekali santri agar mampu berwirausaha dan memanfaatkan teknologi digital secara kreatif.
- Sejumlah santri berhasil mendapatkan penghasilan jutaan rupiah melalui praktik pemasaran digital, pembuatan konten, dan sistem afiliasi produk.
Melalui Santri Matic, para peserta mendapatkan pelatihan langsung bersama para praktisi. Materinya mencakup pembuatan konten video, pemasaran produk secara digital, hingga pengenalan peluang penghasilan sebagai kreator konten, seller, maupun afiliator.
Riefky menegaskan, peluang ekonomi di era digital tidak selalu membutuhkan modal besar. Kreativitas, keterampilan, dan kemauan untuk terus belajar justru menjadi modal penting untuk memulai.
“Dengan kreativitas, keterampilan, dan kemauan untuk terus belajar, sebuah telepon genggam pun dapat menjadi sarana untuk membuka peluang ekonomi,” katanya.
Meski demikian, Riefky juga mengingatkan bahwa kecakapan teknologi perlu berjalan beriringan dengan nilai-nilai yang selama ini ditanamkan di pesantren. Kejujuran, amanah, kerja keras, dan kebermanfaatan bagi sesama harus tetap menjadi pegangan dalam menjalankan usaha maupun berkarya di ruang digital.
Baca Juga:Darul Amanah FC Bertanding di Youth Tournament, Kiai Fatwa: Ini Syiar Pesantren di Sepak Bola
Ke depan, program ini akan didorong untuk membentuk Komunitas Alumni Santri Matic Solo Raya sebagai ruang bagi para santri untuk terus belajar, berkolaborasi, mengembangkan konten positif, dan memperluas pemasaran produk-produk pesantren.