- Survei nasional SMRC pada 1-10 Oktober 2026 menunjukkan elektabilitas Gibran Rakabuming Raka berada di peringkat pertama dengan 29,7 persen.
- Agus Harimurti Yudhoyono berada di posisi kedua dengan 28,2 persen, sedangkan Prabowo Subianto menempati urutan ketiga dengan 19,4 persen.
- Jokowi menyatakan bahwa hasil survei merupakan potret sementara pendapat masyarakat yang dapat berubah sewaktu-waktu.
SuaraSurakarta.id - Elektabilitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di atas Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Hal tersebut merupakan hasil survei terbaru dari Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC). Dalam hasil survei nasional terbaru periode 1-10 Oktober 2026, elektabilitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menempati barisan teratas dengan raihan 29,7 persen.
Diperingkat kedua ada nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan meraih 28,2 persen.
Sementara Presiden Prabowo Subianto menempati peringkat ketiga dengan memperoleh 19,4 persen.
Baca Juga:Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!
Presiden ke-7 Jokowi pun turut menanggapi hasil survei dari SMRC tersebut. Jokowi menyebut survei itu merupakan pendapat masyarakat pada saat tertentu.
"Ya survei-survei itukan potret pendapat masyarakat pada saat tertentu," terangnya saat ditemui, Kamis (29/10/2026).

Jokowi mengatakan masyarakat jangan buru-buru menyimpulkan hasil survei tersebut. Karena itu bisa berubah di kesempatan yang lain.
"Jadi jangan buru-buru menyimpulkan, karena setiap saat itu bisa berbeda-berbeda," ungkap dia.
Ketika ditanya penyebab elektabilitas Gibran tinggi, Jokowi justru meminta awak media untuk melihat secara detail hasil survei seperti apa.
Baca Juga:Andi Azwan Tegaskan, Gibran Segera Tunjukkan Ijazah Setara SMA
"Ya coba dilihat di surveinya itu secara detail. Saya belum melihat," ujarnya.
Menurutnya banyak hal yang bisa membuat elektabilitas tokoh itu tinggi atau justru malah menurunkan.
"Ya saya kira banyak hal yang bisa menaikan atau menurunkan elektabilitas dari siapapun," tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto