- Massa Pejuang Merah Putih Indonesia mendatangi kediaman Joko Widodo pada Rabu, 28 Oktober 2026.
- Kelompok tersebut menyerahkan surat agar Joko Widodo memaksa Gibran Rakabuming Raka mundur dari wakil presiden.
- Paspampres menerima surat tersebut untuk kemudian diteruskan secara langsung kepada pihak ajudan Joko Widodo.
SuaraSurakarta.id - Massa yang tergabung dalam Pejuang Merah Putih Indonesia mendatangi kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Rabu (28/10/2026).
Mereka datang membawa spanduk berbagai macam tulisan, seperti 'Jokowi: Politisi Gelap', 'Gibran: Politisi Gelap', 'Gibran: Anak Haram Konstitusi', hingga 'Anak Polah Bapak Ra Nggenah'.
Kedatangan mereka untuk menyerah dua surat untuk mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini. Surat tersebut intinya meminta agar Jokowi memaksa Gibran Rakabuming Raka untuk mundur dari kursi Wakil Presiden.
Koordinator aksi Bangun Satoto mengatakan kedatangannya ke sini untuk bersilahturahmi ke kediaman Jokowi. Ini sekaligus juga ingin menyampaikan dua lembar surat.
Baca Juga:Jokowi Buka Suara Soal Polemik Ijazah Gibran: Setiap Negara Punya Sistem Berbeda!
"Ada dua buah lembar surat untuk bapak Joko Widodo dari Pejuang Merah Putih Indonesia. Ini bukan sembarang surat, besar harapan kami meski hanya di depan kediaman beliau kami bisa menyerahkan langsung atau paling tidak lewat Paspampres," terangnya saat ditemui, Rabu (28/10/2026).
Bangun menjelaskan ada dua surat yang akan diserahkan, satu surat isinya pendek. Surat-surat ini juga diserahkan ke DPC PDIP Solo, SMPN 1 Solo, hingga KPU Solo.
"Pejuang Merah Putih Indonesia, Kepada yang terhormat Bapak Joko Widodo di tempat. Pak Joko Widodo jangan lagi ada dusta dan cela diantara kita, sesama anak bangsa Indonesia harus jujur dan terbuka. Pak Joko Widodo janganlah menuduh pihak yang bertanya perihal status ijazah bapak dan saudara Gibran Rakabuming Raka dengan istilah operasi politik dan penumpang gelap," ujar dia saat membacakan surat tersebut.
Untuk surat ke dua, berisi mengenai agar Jokowi memaksa Gibran untuk mengundurkan diri dari kursi Wakil Presiden.
"Oleh karena itu, kami meminta kepada bapak untuk bersedia memaksa saudara Gibran Rakabuming Raka turun dari kursi Wakil Presiden Republik Indonesia agar tidak terjadi pemakzulan yang tentunya akan sangat memalukan dan merendahkan harga diri," jelasnya.
Baca Juga:Bawaslu Solo Buka Suara Soal Ijazah Gibran di Pilkada 2020
"Atas nama seluruh rakyat Indonesia dan konstitusi, kami meminta bapak Joko Widodo dan saudara Gibran Rakabuming Raka bersikap jujur dan cinta NKRI," ujar dia.
Sebelum diserahkan, surat-surat tersebut terlebih dahulu ditandatangani oleh perwakilan peserta aksi.
"Sebelum kami serahkan, akan kami tanda tangani sebagai simbolik dari relawan Pejuang Merah Putih Indonesia," katanya.
Surat-surat tersebut selanjutnya diserahkan lewat Paspampres Jokowi, Serka Zainudin. Selanjutnya surat tersebut akan diserahkan kepada ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah.
"Ini surat kami bawa. Nanti akan kita serahkan ke ajudan AKBP Syarif. Lalu nanti AKBP Syarif yang menyampaikan ke bapak," katanya.
Zainudin juga mempersilahkan kepada massa Pejuang Merah Putih Indonesia jika ingin bertemu dengan beliau. Tapi harus antri seperti yang lainnya juga.