- Wali Kota Solo Respati Ardi menuntut Persis Solo melunasi tunggakan sewa Stadion Manahan sebesar Rp3,21 miliar pada Jumat (30/10/2026).
- Pemkot Solo telah beberapa kali mengirimkan surat penagihan resmi sejak awal hingga pertengahan tahun namun belum ditindaklanjuti.
- Direktur Persis Solo Ginda Ferachtriawan menyatakan tunggakan tersebut mencakup tahun 2024 dan 2025 serta perlu pemeriksaan ulang perhitungan tarif fasilitas.
SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo Respati Ardi dengan tegas meminta agar Persis Solo membayar tunggakan sewa Stadion Manahan sebesar Rp 3,21 miliar.
"Ya diselesaikan. Ya diselesaikan. Kalau memang ada perbedaan ya dibuktikan," terangnya saat ditemui di kawasan Stadion Manahan Solo, Jumat (30/10/2026).
Respati mengatakan kalaupun memang ada perbedaan perhitungan antara Pemkot dengan Persis, itu harus dibuktikan.
"Ya diselesaikan. Kalau itu ya dibuktikan, pembuktiannya seperti apa. Dari Dispora pembuktian, dari Persis pembuktian nanti dihitung dari jumlah persewaan. Kan tercatat dan terekam, kapan saja digunakan dan sebagainya," papar dia.
Baca Juga:Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
"Saya rasa tinggal pembuktian saja," ujarnya.
Respati menyebut sudah pernah menyurati pihak Persis beberapa kali. Hanya saja belum ada tindaklanjutnya dari penagihan tersebut.
"Sudah kita surati dari awal tahun, pertengahan tahun. Ya intinya kami sudah melakukan penagihan, semoga bisa terselesaikan dengan baik," jelas dia.
Sementara itu Direktur Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan mengatakan memang ada tunggakan retribusi dalam penggunakan fasilitas milik pemkot.
"Tunggakannya itu berasal tahun 2024 dan 2025. Saya sendiri baru menjadi direksi pada 2025, jadi kami perlu melengkapi dan memeriksa kembali semuanya," ungkapnya.
Baca Juga:Oktafianus Fernando Resmi Gabung Persis Solo, Bidik Promosi Super League
Ginda mengaku tunggakan itu tidak hanya di Stadion Manahan saja. Tapi juga di tempat lain, seperti Lapangan Kottabarat.
"Memang kita masih punya beberapa tagihan yang belum dibayar. Sebenarnya kita tinggal menyiapkan dana dan menyamakan persepsi. Jadi jangan sampai salah perhitungan," tandas dia.
"Contohnya jadwal latihan yang tadinya di Kottabarat lalu dialihkan ke Lapangan Cengklik. Itu tarifnya berbeda," pungkasnya.
Kontributor : Ari Welianto