Baliho Ulang Tahun Jokowi di Solo Tuai Polemik, DPRD Curigai Penggunaan Dana APBD

Pemkot Solo dikritik DPRD karena memasang baliho ultah ke-65 Jokowi. Penggunaan logo dan potensi dana APBD untuk tokoh partai dinilai tidak pantas serta memicu kecemburuan

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 23 Juni 2026 | 18:11 WIB
Baliho Ulang Tahun Jokowi di Solo Tuai Polemik, DPRD Curigai Penggunaan Dana APBD
Baliho ucapan selamat ulang tahun ke-65 Presiden ke-7 Jokowi dari Pemkot Solo. (Suara.com/Ari Welianto)
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Solo memasang baliho ucapan selamat ulang tahun ke-65 untuk Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, pada Juni 2026.
  • Anggota DPRD Solo mengkritik pemasangan baliho tersebut karena penggunaan fasilitas pemerintah daerah dan potensi penyalahgunaan anggaran APBD untuk pribadi.
  • DPRD Kota Solo berencana memanggil perangkat daerah terkait guna mengklarifikasi sumber dana serta urgensi kebijakan pemasangan baliho tersebut.

SuaraSurakarta.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memasang sejumlah baliho ucapan selamat ulang tahun ke-65 Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Informasi yang diterima, baliho tersebut dipasang di sejumlah lokasi di Kota Solo. Tampak terpasang di Jalan Adi Sucipto Solo, Jalan dr Wahidin, Daerah Tanjunganom hingga Jalan Letjen Suprapto Sumber.a

Dalam baliho tersebut bergambar Jokowi memakai kemeja putih dan tersenyum. Kemudian terdapat tulisan ucapan ulang tahun untuk Jokowi.

Di bagian atas foto Jokowi terdapat logo Pemkot Solo dan logo Kota Solo the spirit of java.

Baca Juga:Didit Prabowo Tiba-tiba Temui Jokowi di Solo, Ada Apa?

"Pemerintah Kota Surakarta mengucapkan 21 Juni 2026 Selamat Ulang Tahun ke-65 Bp. Ir. H. JOKO WIDODO PRESIDEN KE-7 RI," tulis baliho yang dilihat, Selasa (23/6/2026).

Pemasangan baliho tersebut pun mendapat sorotan dan kritikan dari berbagai anggota DPRD Kota Solo.

Politisi PDI-P Kota Solo, Rony Kamtoro mengatakan ketika pemasangan baliho itu anggarannya dari salah satu orang sendiri tanpa melalui APBD, itu tidak masalah.

"Tapi kalau memang anggaran itu pakai APBD, itu jelas menyalahi aturan. Karena itu rakyat, kalau uang rakyat yo nggak boleh dipakai untuk kepentingan pribadi ataupun organisasi," terangnya saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026).

"Kalau itu pakai APBD maka bisa disebut penyalahgunaan anggaran. Karena disitu uang yang dipakai uangnya rakyat, kalau dari APBD itu anggarannya ngambilnya dari apa," tutur Roni.

Baca Juga:Rismon Sianipar Temui Jokowi di Solo, Bawa Buku 'Otentifikasi Ijazah'

Roni mengatakan apalagi itu yang masang pemkot dan ada logo pemkot. Maka itu jelas menyalahi aturan, kalau uang APBD itu harus digunakan untuk kepentingan rakyat.

"Kalau kita lihat ini tidak pas, karena disitu Pak Jokowi kalau nggak salah sebagai pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kalau pemkot mengucapkan seperti itu harusnya juga mantan-mantan presiden di bulan Juni itu banyak yang ulang tahun, kenapa harus ke Pak Jokowi saja," ungkap dia.

"Contoh, Ir Sukarno juga ulang tahun di bulan Juni, Pak BJ Habibie, Pak Harto. Itukan juga di bulan Juni ulang tahunnya. Kenapa kok keluar hanya satu Pak Jokowi," lanjut anggota Komisi 2 DPRD Kota Solo ini.

Roni menjelaskan Jokowi itukan juga sebagai pembina PSI, itukan mungkin ada kecemburuan sosial. Bahkan dari Partai Gerindra mengkritisi, kenapa Presiden Prabowo Subianto ulang tahun tidak diucapkan.

"Jelas ada kecemburuan sosial. Tadi dari Ketua Gerindra Solo menyampaikan 'kok Pak Prabowo ulang tahun nggak diucapkan'," kata dia.

Roni mengaku baru kali ini Pemkot Solo memasang baliho ucapan selamat ulang tahun untuk Jokowi, sebelumnya belum pernah.

"Kalau sepengetahuan saja dari pemkot baru kali ini. Sebelumnya belum pernah, beliau memang mantan Wali Kota Solo harusnya yang lain, tidak hanya Pak FX Hadi Rudyatmo, ada Gibran juga Teguh Prakosa, mereka ulang tahun tidak pernah diucapkan, ini kenapa momennya pas Pak Jokowi saja," ucapnya.

Menurutnya dengan kondisi geopolitik saat ini, beliau itukan sebagai penasehat atau pengampunya PSI. Harusnya ada hal yang tidak pas, sehingga kalau ketua-ketua partai protes mungkin ada benarnya.

Roni menyebut Komisi 2 akan memanggil OPD terkait untuk klarifikasi pemasangan baliho itu.

"Nanti kita panggil OPD terkait untuk menjelaskan itu uangnya dari apa. Kalau itu uangnya dari pribadi perorangan, jelas tidak boleh memakai simbolnya pemkot," imbuh dia.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Solo sekaligus Ketua DPC Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno mengaku kecewa pemasangan baliho tersebut.

"Saya dapat laporan dari beberapa rekan-rekan ada semacam ucapan dari beliaunya ada di beberapa, sekitar 7 titik, tapi semua pakai baliho-nya milik Pemkot Kota Surakarta," jelasnya.

Ardianto menyebut kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Wali Kota Solo, Respati Ardi. Mungkin ucapan tersebut sebagai kejutan untuk Jokowi.

"Nah, kalau analisa saya mungkin Mas Wali anu ya, eh memberikan semacam apa ya, surprise atau apa, saya kurang begitu paham juga. Padahal ya saya juga merasa cukup kecewa juga, selaku ketua DPC (Gerindra)," papar dia.

Bukan tanpa Ardianto kecewa. Sebagai ketua partai di tingkat cabang mempertanyakan mengapa perlakuan serupa tidak diberikan kepada tokoh bangsa lainnya, seperti Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

"Kenapa ketika Pak Prabowo kok tidak ada ucapan? Ini membuat saya juga agak kecewa sedikit dengan apa yang diberikan Mas Wali kepada Pak Jokowi, tetapi kenapa Pak Prabowo tidak ada. Padahal beliau juga menjadi kader Gerindra," tandasnya.

Ketika disinggung penggunaan anggaran daerah untuk ucapan ulang tahun, Ardianto menilai hal ini perlu menjadi bahan evaluasi.

Pemakaian fasilitas pemerintah daerah untuk momentum pribadi harus dipertanyakan urgensinya.

"Ya, menggunakan anggaran APBD yang di mana dilakukan oleh beliau, ini perlu kita evaluasi dulu ya. Jadi tanggapan saya, itu kita evaluasi dulu. Kenapa langkah yang beliau ambil kenapa tidak ke reklame swasta," ujarnya.

Soal kemungkinan ada motif atau manuver politik di balik pemasangan baliho APBD ini, Ardianto enggan berspekulasi lebih jauh.

"Kalau saya unsurnya ke arah ke sana (politik), saya belum memaknai. Cuma mungkin karena Pak Jokowi ini di Kota Solo, mungkin dia, beliaunya ini memberikan selamat kan mungkin juga karena berada di Kota Solo. Mungkin itu aja pendapat saya," pungkas dia.

Kontributor : Ari Welianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak