7 Fakta Lansia Ditusuk Saat Melerai Perkelahian di Nusukan Solo

Warga Colomadu ditusuk saat melerai perkelahian di Solo. Pelaku (RT) diamankan. Perkelahian dipicu tantangan SMS, korban tak terlibat konflik awal.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 05 Maret 2026 | 10:12 WIB
7 Fakta Lansia Ditusuk Saat Melerai Perkelahian di Nusukan Solo
Ilustrasi perkelahian (Pixabay)
Baca 10 detik
  • Warga Colomadu berinisial M (50) ditusuk saat melerai perkelahian di Nusukan Solo pada Senin (2/3/2026) malam.
  • Pelaku penusukan berinisial RT (27) telah diamankan polisi setelah korban menderita luka serius di pinggang.
  • Perkelahian awal terjadi akibat tantangan pesan singkat antara dua pemuda, korban hanya berniat meredakan keributan.

SuaraSurakarta.id - Seorang warga Colomadu, Karanganyar, berinisial M (50) menjadi korban penusukan saat mencoba melerai perkelahian di kawasan Jl Pierre Tendean, Nusukan, Banjarsari, Solo, pada Senin (2/3/2026) malam.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB tersebut membuat korban mengalami luka tusuk serius di bagian pinggang kiri. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Polisi juga telah mengamankan seorang pria berinisial RT (27) yang diduga sebagai pelaku penusukan. Saat ini pelaku tengah menjalani proses hukum di Polresta Solo.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena korban sebenarnya tidak terlibat dalam konflik awal. Ia justru menjadi korban ketika berusaha menghentikan perkelahian yang terjadi di lokasi. Berikut 7 fakta penting terkait peristiwa penusukan tersebut.

Baca Juga:Ini Jadwal Azan Magrib Waktu Buka Puasa di Surakarta Hari Ini 24 Feb 2026

1. Korban Awalnya Sedang Makan Bersama Keluarga

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban M berada di kawasan Nusukan untuk makan malam bersama keluarganya.

Saat itu korban sedang berada di sekitar lokasi ketika melihat adanya keributan yang melibatkan beberapa anak muda.

Korban kemudian mencoba mengecek situasi tersebut karena khawatir keributan bisa semakin meluas.

Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Derry Eko Setiawan menjelaskan bahwa korban sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan pihak yang bertikai.

Baca Juga:5 Destinasi Ngabuburit di Kota Solo, dari Kuliner hingga Sejarah!

“Korban saat itu sedang makan bersama keluarga di kawasan Nusukan, kemudian melihat ada sekelompok anak muda ribut-ribut dan ternyata ada dua orang sedang berkelahi,” kata AKP Derry.

2. Perkelahian Berawal dari Tantangan Lewat Pesan Singkat

Penyelidikan polisi menemukan bahwa perkelahian tersebut dipicu konflik antara dua pemuda berinisial OS (25) dan AP (30).

Sebelum kejadian, sekitar pukul 22.22 WIB, OS menerima pesan singkat dari AP.

Isi pesan tersebut berupa tantangan untuk bertemu secara langsung dan menyelesaikan masalah yang terjadi di antara keduanya.

Keduanya kemudian sepakat bertemu di depan Ruko Clandies, Nusukan.

Namun pertemuan yang seharusnya menjadi kesempatan untuk menyelesaikan masalah secara damai justru berubah menjadi perkelahian fisik.

3. Korban Berusaha Melerai Pertikaian

Melihat dua pemuda tersebut berkelahi, korban yang berada di sekitar lokasi berinisiatif untuk melerai.

Korban mendekati keduanya dengan harapan dapat menenangkan situasi.

Langkah tersebut dilakukan secara spontan karena korban khawatir perkelahian bisa membahayakan orang lain yang berada di sekitar lokasi.

Namun situasi yang sudah memanas membuat upaya melerai tersebut tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Korban justru menjadi sasaran kekerasan.

4. Pelaku Diduga Menusuk Korban dengan Sangkur

Di tengah keributan tersebut, seorang pria berinisial RT (27) yang merupakan teman dari salah satu pihak yang bertikai diduga melakukan penyerangan.

Pelaku disebut menusukkan senjata tajam jenis sangkur ke arah korban.

Tusukan tersebut mengenai pinggang kiri korban.

Akibat serangan tersebut, korban langsung terjatuh dan mengalami luka cukup serius.

Peristiwa tersebut membuat situasi di lokasi menjadi semakin panik.

5. Korban Sempat Dilarikan ke Dua Rumah Sakit

Setelah korban terjatuh akibat luka tusukan, warga yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan.

Korban pertama kali dibawa ke RS Brayat Minulyo Solo untuk mendapatkan penanganan medis awal.

Namun karena luka yang dialami cukup serius, korban kemudian dirujuk ke RSUD dr Moewardi Solo.

Di rumah sakit tersebut korban mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka tusuk yang dialaminya.

6. Polisi Langsung Mengamankan Pelaku

Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, polisi langsung mendatangi lokasi.

Tim dari Satreskrim Polresta Solo segera melakukan penyelidikan dan mengamankan sejumlah orang yang berada di tempat kejadian.

Polisi juga berhasil mengamankan terduga pelaku RT (27).

Selain itu, beberapa saksi yang berada di lokasi turut dimintai keterangan.

“Petugas sudah mendatangi TKP, mengamankan pelaku dan saksi-saksi serta melakukan pemeriksaan awal,” ujar AKP Derry.

7. Polisi Menyita Barang Bukti dan Dalami Motif

Dalam proses penyelidikan, polisi juga menyita barang bukti berupa senjata tajam jenis sangkur yang diduga digunakan pelaku untuk melukai korban.

Barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk kepentingan penyidikan.

Polisi juga masih melakukan pendalaman terkait motif di balik perkelahian awal antara OS dan AP.

Selain itu, penyidik juga sedang menelusuri peran masing-masing pihak yang berada di lokasi saat kejadian.

Terkait pasal hukum yang akan dikenakan kepada pelaku, kepolisian menyatakan masih melakukan pengkajian.

“Untuk pasal yang dipersangkakan masih kami kaji sesuai hasil pemeriksaan dan alat bukti yang ada. Perkembangan akan kami sampaikan seiring proses penyidikan berjalan,” kata AKP Derry.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa konflik kecil dapat berubah menjadi kekerasan serius jika tidak diselesaikan dengan baik. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan serta mengutamakan penyelesaian melalui jalur hukum.

Di sisi lain, kejadian ini juga menunjukkan risiko besar yang dapat terjadi ketika seseorang berada di tengah situasi konflik yang tidak terkendali, meskipun dengan niat untuk melerai pertikaian.

Kontributor : Dinar Oktarini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak