- Gubernur dan Wagub Jateng Ahmad Luthfi dan Taj Yasin telah merealisasikan berbagai program pembangunan selama setahun memimpin.
- Di bawah kepemimpinan mereka, pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,37 persen, melampaui rata-rata nasional pada 2025.
- Kritik terhadap kinerja dianggap wajar, namun Budiyanto menekankan perlunya objektivitas berdasarkan data pencapaian pemerintah.
Sementara terkait terkait nyinyiran bahkan gerakan menolak membayar pajak kendaraan justru akan menjadi batu sandungan bagi pembangunan di Jateng.
"Kalau soal gerakan tidak bayar pajak kendaraan itu menurut saya naif sekali. Kendaraan itu kan tergolong barang mewah walau hanya sepeda motor. Jadi ketika kita merasa bisa membeli kendaraan, segala konsekuensinya termasuk membayar pajak dan sekarang ada tambahan opsen yang masuk ke serapan pendapatan daerah. Harusnya kita bangga karena menjadi tulang punggung pembangunan daerah," jelas dia.
"Pastinya pemerintah juga mendengarkan kritik dan saran dari masyarakat mengenai penambahan opsen PKB. Dan sekarang kritik itu langsung dijawab dengan adanya diskon pajak kendaraan. Jadi seperti yang saya bilang tadi bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tapi gotong royong semua elemen,"pungkanya.
Baca Juga:Transaksi Soloraya Great Sale Tembus Rp 10,7 Triliun, Ini Kata Gubernur Jateng