- Sejumlah tokoh nasional disebut terlibat dalam penyebaran isu dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Jokowi melalui kanal YouTube.
- Presiden Jokowi menyatakan tidak ingin berspekulasi dan menolak menuduh pihak mana pun terkait isu tersebut.
- Jokowi menegaskan bahwa penyelesaian atas tuduhan tersebut harus diserahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang sedang berjalan.
SuaraSurakarta.id - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hingga Habib Rizieq Shihab disebut sebagai tokoh besar dibalik kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Jokowi pun ikut menanggapi berita yang beredar tersebut. Jokowi pun enggan berspekulasi dan menuduh.
"Saya tidak mau berspekulasi dan saya juga tidak mau menuduh siapapun," terangnya saat ditemui, Jumat (3/3/2026).
Jokowi menegaskan biarkan proses hukum yang ada sekarang ini berjalan.
Baca Juga:Stafsus Wapres Tina Talisa Bertemu Jokowi di Solo, Bahas Apa?
"Biarkan proses hukum dan proses yang lain berjalan dengan apa adanya," ungkap dia.
Ketika disinggung soal spekulasi itu muncul dari Rismon Sianipar, Jokowi meminta kepada awak media bisa menanyakan itu ke yang bersangkutan.
"Ya tanyakan ke dia," jelasnya.
Diketahui beredar kabar yang menyebut sejumlah tokoh nasional, seperti Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Habib Rizieq Shihab hingga Politisi PDIP Puan Maharani sebagai tokoh dibalik isu ijazah palsu milik Jokowi.
Kabar tersebut muncul melalui kanal Youtube pada, Minggu (22/3/2026) lalu. Dalam video itu menyebut kalau ketiga tokoh tersebut memiliki peran dalam mengatur alur penyebaran informasi terkait tuduhan ijazah palsu Jokowi ke publik.
Baca Juga:Warga, Pejabat hingga Tokoh Nasional Sowan dan Silahturahmi ke Jokowi di Solo
Dalam video tersebut menarasikan bahwa seluruh penyebaran harus melalui persetujuan AHY dan Puan Maharani selaku koordinator utama.
Kontributor : Ari Welianto