Wali Kota Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Usai Aksi Anarkis di Solo

Penetapan status siaga darurat bencana ini setelah terjadi kerusuhan saat aksi driver ojek online (ojol), Jumat (29/8/2025).

Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 19:17 WIB
Wali Kota Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Usai Aksi Anarkis di Solo
Wali Kota Solo Respati Ardi menetapkan status siaga darurat bencana selama tujuh hari ke depan mulai, Sabtu (30/8/2024). (Suara.com/Ari Welianto)

SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo Respati Ardi menetapkan status siaga darurat bencana selama tujuh hari ke depan mulai, Sabtu (30/8/2024).

Penetapan status siaga darurat bencana ini setelah terjadi kerusuhan saat aksi driver ojek online (ojol), Jumat (29/8/2025).

Dalam aksi tersebut mengakibatkan kerusakan fasilitas umum dan kebakaran gedung di DPRD Solo.

"Jadi status Kota Solo status administrasinya. Kemarin kita limpahan koordinatornya menunjuk Pak Nico sebagai BPBD, makanya status siaga darurat itu karena sekarang PICnya Pak Nico," terangnya saat ditemui, Sabtu (30/8/2025).

Baca Juga:Pendemo di Solo Beringas! Bakar Gedung Sekwan DPRD Kota Solo

Respati mengatakan status siaga darurat bencana tersebut mulai per hari ini sampai tujuh hari ke depan.

Namun masyarakat tidak perlu khawatir dengan penetapan siaga darurat bencana tersebut.

"Keadaan baik-baik saja, status bencana ini hanya administrasi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, status ini status administrasi di dinas," ungkap dia.

"Ini cuma antisipatif saja. Supaya warga juga tidak salah persepsi, ini bukan darurat dan seperti apa," lanjutnya.

Respati menjelaskan nanti akan lebih melibatkan kelompok masyarakat dan perangkat-perangkat di tingkat bahwa. 

Baca Juga:Cerita Pedagang dan Pengunjung Shelter PKL Manahan Saat Demo Ricuh: Kaget dan Langsung Berlarian

Ini supaya BPBD yang didesain untuk membantu apabila ada keadaan darurat termasuk kejadian kemarin.

"Jadi kita preventif kalau ada kedaruratan, setelah ini maka BPBD akan lebih siap. Itu terkait konsolidasi, terkait konsolidasi rescue ambulance, terkait logistik makanan dan lain-lain," jelasnya.

Menurutnya tadi sudah dilakukan rapat bersama forkompinda untuk mereview kejadian kemarin dan kenapa terjadi tindak anarkis.
 
Sehingga mengajak Gerakan Warga Solo (GWS), jadi melibatkan di tiap kecamatan, kelurahan untuk bisa berkoordinasi dengan RT/RW. 

"Jadi menghidupkan lagi perangkat RT, jadi tidak siapa dan apa, intinya kita mempersiapkan, menjaga kondusivitas di kewilayahan yang terpenting," katanya.

Dari rapat tadi diketahui bahwa mayoritas besar aksi kemarin itu bukan warga Solo. Maka ini aksi solidaritas warga Solo mengajak untuk warga Solo untuk bisa menjaga kotanya sendiri.

"GWS itu nanti di tiap RT/RW, kelurahan ada Satgas GWS. Yang isinya melibatkan karang taruna," sambung dia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?