300 Napi Terorisme di Lapas Mendapatkan Pembinaan Deradikalisasi Intensif

Berbagai upaya deradikalisasi terus dilakukan secara intensif untuk mengembalikan mereka ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 24 Desember 2024 | 10:25 WIB
300 Napi Terorisme di Lapas Mendapatkan Pembinaan Deradikalisasi Intensif
Enam napiter dipindah ke Nusakambangan. [Istimewa]

SuaraSurakarta.id - Sebanyak 300 narapidana kasus terorisme (napiter) tersebar di berbagai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia.

Berbagai upaya deradikalisasi terus dilakukan secara intensif untuk mengembalikan mereka ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Erwedi Supriyatno mengatakan, ada beberapa napiter mengikuti deklarasi pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) yang dilaksanakan di Terminal Tirtonadi, Solo pada Sabtu (21/12/2024).

"Kami ingin, supaya napiter yang belum menyatakan ikrar setia kepada NKRI segera menyusul," kata Erwedi.

Baca Juga:Coaching Clinic Kepemimpinan Gema Salam, Dorong Eks Napiter untuk Berorganisasi

Menurut Erwedi, program deradikalisasi ini merupakan kolaborasi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88 Antiteror, dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

"Pendekatan yang kami gunakan adalah sinergi lintas sektor dengan melibatkan petugas Lapas, Pamong, dan wali narapidana. Mereka secara rutin melakukan pembinaan, pemantauan, serta evaluasi untuk memastikan keberhasilan program ini," ungkapnya.

Dikatakan, pendekatan terhadap narapidana terorisme tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan.

Program ini bertujuan memberikan pemahaman ideologi Pancasila dan nasionalisme yang benar, serta memberdayakan narapidana melalui pelatihan keterampilan dan kewirausahaan.

"Melalui program bersama deradikalisasi ini, kami memastikan mereka mendapatkan pembekalan untuk hidup mandiri dan harmoni di tengah masyarakat setelah bebas. Kami percaya bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah," ujar Erwedi.

Baca Juga:Pertemuan Amien Rais dengan Ustaz Abu Bakar Baasyir, Singgung Pemerintah dan Teroris

Deklarasi NKRI sebagai Bukti Keberhasilan Deradikalisasi

Menurutnya, deklarasi ikrar setia kepada NKRI oleh mantan anggota kelompok radikal, termasuk narapidana terorisme, dianggap sebagai tonggak keberhasilan program deradikalisasi.

"Banyak dari mereka yang secara sadar dan ikhlas menyatakan kembali kepada NKRI. Ini adalah langkah besar yang menunjukkan bahwa pendekatan humanis lebih efektif dalam mengatasi radikalisme," ungkap Erwedi.

Ia berharap, tingkat radikalisme di Indonesia dapat terus menurun seiring bertambahnya jumlah narapidana yang berkomitmen meninggalkan ideologi radikal.

"Dengan kolaborasi yang solid, kami ingin menciptakan lingkungan yang lebih aman dan masyarakat yang harmonis," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak