Kepada Amir, penjual penjual es tung-tung, Respati berpesan untuk dibagi rata.
"Nggak perlu banyak-banyak P ak yang penting bisa rata untuk semuanya," pesan Respati Ardi.
Amir pun merasa senang karena es krimnya diborong Respati Ardi dan dibagikan kepada warga, “Alhamdulillah, ini segera bisa pulang, karena sudah habis diborong,” kata Amir sambil melayani warga yang antre mendapatkan es tung-tung.
Memasuki sebuah jalan kampung, menuju sebuah tenda pernikahan, Respati Ardi jadi teringat bahwa dirinya mendapatkan undangan di pernikahan Okta dan Nana.
Baca Juga:Respati Ardi Silaturahmi Ranting Aisyiah, Umar Hasyim: Pertama Kali Kader Muhammadiyah Maju AD 1!
"O, alah… ternyata ini saya dapat undangan jagongnya. Alhamdulilah nggih semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah," doa Respati Ardi kepada kedua mempelai melalui orangtua Okta yang bernama Giyarti.
Dalam blusukan tersebut, Gibran bersama Respati dan Astrid menyempatkan menjenguk Zaki (18), remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental akibat kecanduan game online.
Selain mendapatkan informasi tentang kondisi Zaki dari Suyanti, sang ibunda yang kebetulan orangtua tunggal, Gibran juga menanyakan perihal pengobatannya,
"Gratis ya terapinya, sebulan sekali, ini sudah ada perbaikan dari hasil terapinya," tanya Gibran.
Mendengar hal tersebut, Respati bersama Gibran menawarkan antarjemput periksa untuk mendampingi pengobatan Zaki.
Baca Juga:Kaesang Pangarep Antusias Hadiri Diskusi di Jebres, Respati Ardi: Tambahan Semangat Kita!
Dalam kesempatan tersebut Respati mengatakan pentingnya pelayanan Posyandu di setiap kampung dan akan menambahkan layanannya menjadi program Posyandu Plus.