Latpres Gantangan Burung yang digelar rutin seminggu dua kali ini membawa dampak yang positif bagi sejumlah pedagang makanan di Pasar Depok, hal ini diungkapkan seorang pemilik warung makan Tri Jayanti.
"Lumayan penghasilan saya bisa bertambah, kalau hari-hari biasanya paling untungnya sekitar seratus ribu. Kalau ada lomba bisa sampai sekitar tiga ratusan" ungkap Tri Jayanti.
Pemilik warung makan tersebut juga berharap kepada Paslon Respati - Astrid jika menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo mendatang, untuk tidak memindahkan Pasar Depok di tempat lain, karena masyarakat sudah familiar dan menjadi favorit para penggemar burung di Kota Solo dan sekitarnya.
"Ya mudah-mudahan Pasar Burung Depok tidak pindah dari sini. Permintaaan saya begitu," ungkap dia.
Baca Juga:Teguh Prakosa-Bambang Gage Dapat Nomor Urut 01, FX Rudy Ungkap Makna Besarnya
Setelah selesai menjadi petugas tiketing gantangan burung, Paslon Respati-Astrid berkeliling sekaligus bersilaturahmi dengan para pedagang burung dan pengunjung Pasar Depok.
Sebagai simbol dukungan para penggemar burung atau kicaumania serta para pedagang di Pasar Burung Depok, Respati-Astrid melepas 10 ekor burung berjenis kutilang dan cocak Jawa.
"Burungnya kutilang dan cecak Jawa, jumlah 10 ekor. Maknanya bahwa nomor 2 itu adalah nilai yang tertinggi 10," kata Suwarjo, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Burung dan Ikan Depok.
Suwarjo menyatakan pelepasan burung cocak Jawa adalah burung asli Jawa, sedangkan makna burung kutilang nantinya Respati-Astrid akan dapat menambah kesejahteraan masyarakat Kota Solo.
"Burung kutilang filosofinya bahwa Mas Respati dan Mbak Astrid akan bisa mampu mensejahterakan masyarakat Kota Solo. Jadi kutilang itu, secara filosofi Jawa adalah lan, atau menambah. Artinya bisa menambah kesejahteraan," ungkap Suwarjo.
Baca Juga:Polresta Solo Terjunkan Personel untuk Walpri Paslon, Segini Jumlahnya