Hadapi Musim Kemarau, BPBD Solo Siap Kerahkan Relawan dan Mobil Tangki

Musim kemarau akan melanda di Wilayah Surakarta, Jawa Tengah. Hal itu tentu harus diantisipasi untuk meminimalisit bencana alam yang lebih parah.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 01 Juli 2024 | 12:18 WIB
Hadapi Musim Kemarau, BPBD Solo Siap Kerahkan Relawan dan Mobil Tangki
ilustrasi kekeringan di Surakarta. (Pexels/Pixabay)

SuaraSurakarta.id - Musim kemarau akan melanda di Wilayah Surakarta, Jawa Tengah. Hal itu tentu harus diantisipasi untuk meminimalisit bencana alam yang lebih parah. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta, siap mengantisipasi dampak musim kemarau, salah satunya kekeringan.

"Kesiapan menyongsong musim kemarau sudah kami lakukan, di antaranya sumber daya manusia, termasuk relawan serta peralatan dan mobil tangki," kata Kepala BPBD Kota Surakarta Nico Agus Putranto di Surakarta dikutip dari ANTARA pada Senin (1/7/2024).

Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan lembaga lain untuk menambah kesiapan mobil tangki. Ia mengatakan koordinasi terkait ketersediaan mobil tangki dilakukan karena BPBD Kota Surakarta hanya memiliki satu unit.

Baca Juga:Hasil Pengecekan, Mayoritas Kayu di Serambi Masjid Agung Surakarta Rapuh Dimakan Rayap

"Namun, lembaga lain masih banyak, ada PMI, relawan," katanya.

Sementara itu, ia memperkirakan kali ini terjadi kemarau panjang sebagai dampak dari El Nino.

"Mungkin mulai Juli kemarau, namun sejauh ini kami belum menyalurkan air bersih. Alhamdulillah Solo masih aman," katanya.

Khusus di Kota Solo, kata dia, beberapa daerah yang harus diwaspadai yakni di wilayah Solo utara, di antaranya Mojosongo, Kadipiro, dan Joglo.

"Beberapa waktu lalu sempat terjadi kekeringan, kami sempat droping ke sana. Kalau sebelah selatan Mojo karena kualitas air Bengawan Solo kurang baik sehingga harus droping di sana. Kalau kekeringan Solo utara itu di Mojosongo, Kadipiro, Joglo," katanya.

Baca Juga:Gejala Migrain Muncul Saat Bekerja, Ini Cara Mencegahnya

Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan kekeringan agar bisa menghemat air dalam penggunaannya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini