Berharap pemerintah bisa mengakomodasi bangunan itu, mungkin membeli atau mendapatkan kembali bangunan sejarah tersebut.
Sehingga bisa dijadikan tempat yang lebih untuk edukasi masyarakat, seperti dijadikan museum atau tempat kebudayaan.
"Harus ada peran dari pemerintah untuk bisa menyelamatkan bangunan ini. Sehingga bisa bermanfaat ke depannya dan masyarakat bisa menarik sejarah dari bangunan itu," ujar dia.
Diceritakan kantor Bondo Loemakso sebelumnya menempati gedung Societeit Habiprojo yang letaknya di utara Pasar Singosaren. Gedung Societeit Habiprojo merupakan sebuah tempat berkumpulnya para priyayi Keraton Kasunanan yang dibangun tahun 1901.
"Di sana memiliki sejarah yang panjang sebelum pindah tahun 1917 di wilayah Kedunglumbu. Itu seperti lahirnya sepak bola Indonesia, persatuan wartawan lahirnya di situ juga dan pergerakan Budi Utomo embrionya juga di sana," paparnya.
Pada Agresi Militer Belanda tahun 1948 Gedung Societeit Habiprojo informasinya di ledakan hingga tidak berbekas sama sekali.
"Itu bangunan sudah tidak ada bekas lagi. Dulu merupakan tempat berkumpulnya para priyayi keraton, yang waktu itu memiliki intelektual tinggi dan visi yang maju dibanding masyarakat pada umumnya," tandas dia.