Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Lebaran, Perlu Lakukan Perencanaan Keuangan

Ini kiat perencanaan keuangan jelang lebaran, kenaikan harga pada sejumlah komuditas dipastikan tak terhindarkan

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 21 Maret 2024 | 07:54 WIB
Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Lebaran, Perlu Lakukan Perencanaan Keuangan
Ilustrasi uang (Pexels.com/Ahsanjaya)

SuaraSurakarta.id - Kanaikan harga terjadi setiap menjelang perayaan hari raya lebaran di Indonesia. Hal itu seperti menjadi tradisi setiap tahunnya. 

Masyarakat perlu mengantisipasi hal itu. Sebab, tidak semua orang bisa menikmati tunjangan hari raya (THR). 

CEO dan Kepala Perencana Keuangan QM Financial Ligwina Hananto memberikan kiat dalam menghadapi kenaikan harga jelang perayaan Lebaran.

"Ya tentu berhemat. Apa yang harus kita lakukan apa yang harus kita siapkan. Kalau buat aku, orang yang sudah punya anggaran akan tahu dia berhematnya buat apa," ujar Ligwina dikutip dari ANTARA pada Kamis (21/3/2024).

Baca Juga:Total 126 Bus Program Balik Gratis Lebaran Sudah Berangkat dari Tirtonadi Solo

Ligwina membagikan sebuah rumus sederhana yang dikenal sebagai rumus 1, 2, 3, dan 4. Angka 1 mengacu pada 10 persen, 2 adalah 20 persen, 3 adalah 30 persen, dan 4 adalah 40 persen.

Menurut rumus ini, 10 persen dari penghasilan harus dialokasikan untuk ditabung dan diinvestasikan. Selanjutnya, maksimal 20 persen dapat digunakan untuk keperluan gaya hidup, seperti bersenang-senang, menonton bioskop, atau mengunjungi kafe.

Bagian berikutnya, yakni sebanyak 30 persen dapat dialokasikan untuk pembayaran hutang atau cicilan. Sementara itu, sisanya, yaitu 40 persen adalah untuk biaya hidup sehari-hari.

"Nah berhemat itu agar semua pos ini terjaga. Kalau kita boros, (misalnya) untuk gaya hidup saja nanti untuk nabungnya enggak ada. Nah maka kita harus tahu mana pos yang harus dihemat supaya kita ada pos untuk nabung, untuk gaya hidup, tapi bayar cicilan atau hutang jalan terus," ucap dia.

Menurut Ligwina, masyarakat harus bisa membedakan antara gaya hidup dan biaya untuk hidup. Biaya hidup mencakup kebutuhan sehari-hari seperti makan, membayar listrik, atau kebutuhan transportasi. Sedangkan gaya hidup lebih kepada untuk bersenang-senang.

Baca Juga:Senkom Mitra Polri Terjunkan 1.800 Personel Amankan Arus Balik Lebaran 2023 di Pulau Jawa

"Kalau gaya hidup itu kalaupun enggak ada, kita tetap baik-baik saja," ucap Ligwina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak