Memang, Kentrell Barkley masih menjadi mesin poin Kesatria Bengawan Solo. Namun performa local roster perlahan mulai menemukan sentuhan magis.
Saat melawan Bima Perka Jogja, Tifan Eka Pradita menyumbang 10 poin dan dua rebound dengan akurasi tembakan 100 persen.
Performa apik juga ditunjukkan Andre Adrianno yang mengoleksi 11 angka plus berondongan tembakan tiga angka. Lalu Esha Lapian yang turut menyumbang 8 poin dan kontribusi pemain lain menjadi bukti kematangan chemistry itu.
"Anak-anak itu saling support, tidak ada gap di tim ini. Bahkan rolling player mereka merasa bukan berada di zona nyaman, sehingga bersaing di latihan untuk mendapatkan tempat utama," tegas pelatih Efri Meldi.
Baca Juga:Bukti Mental Baja! Kesatria Bengawan Solo Raih Kemenangan Dramatis Atas Borneo Hornbills
Uniknya, mantan pelatih PON Jateng itu menyebut para pemainnya selalu memberikan 'masalah' untuk menentukan 12 pemain di setiap gim.
"Ya mereka ngasih 'problem' itu ke saya dan itu susah karena mereka di latihan pun mereka ngasih terbaik. Itu saya apresiasi," jelasnya.
"Saya minta ke anak-anak energi itu dikunci dan menjadi karakter tim ini. Saya pribadi membangun tim ya karakter dan identias tim itu lebih dulu yang utama. Jadi tim ini berkarakter. Alhamdulillah hasilnya mulai kelihatan," kata Efri Meldi.
Baca Juga:Wangi Banget! Ini Momen Andre Adrianno Hujani Ring Satya Wacana dengan Tembakan Three Point