Fenomena Tawuran Remaja Jadi Tradisi, Media Sosial Jadi Alat Provokasi, Ini Kata Psikolog

Tawuran remaja sering kali membuat masyarakat resah. Fenomena itu seakan tak bisa berhenti meski di era modern saat ini.

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 18 Februari 2024 | 09:37 WIB
Fenomena Tawuran Remaja Jadi Tradisi, Media Sosial Jadi Alat Provokasi, Ini Kata Psikolog
Ilustrasi aksi tawuran remaja. [Dok.Covesia]

SuaraSurakarta.id - Tawuran remaja sering kali membuat masyarakat resah. Fenomena itu seakan tak bisa berhenti meski di era modern saat ini. 

Bahkan adanya media sosial, semakin mudah para remaja ini bergerak untuk melakukan provokasi atau sekedar mengumpulkan masa untuk tawuran

Psikolog klinis anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI) Vera Itabiliana Hadiwidjojo, mengemukakan bahwa tawuran remaja semakin menjadi fenomena rutin dengan alasan relatif sama sejak dulu hingga sekarang.

"Semakin menjadi fenomena rutin dengan keparahan yang semakin mengerikan," kata dia dikutip dari ANTARA Minggu (18/2/2024). 

Baca Juga:Menjaga Keamanan di Media Sosial, Ini Enam Cara Supaya Akun Twitter Tetap Aman dan tidak Terjerat Penipu Online

Menurut Vera, ada dua faktor yang menjadi alasan para remaja melakukan tawuran, yakni internal dan eksternal.

Faktor internal, yaitu fungsi otak yang belum optimal dari remaja membuat mereka kurang dapat memikirkan konsekuensi jangka panjang.

Mereka juga masih didominasi emosi dalam berperilaku atau mengambil keputusan.

"Remaja ingin merasa menjadi bagian dari satu kelompok dan jika merasa diterima oleh kelompok tersebut maka remaja akan cenderung mengikuti nilai (value) dari kelompok tersebut termasuk jika nilainya mengandung kekerasan," kata dia.

Sementara dari faktor eksternal, Vera berpendapat adanya tradisi tawuran di sekolah dan lingkungan. Sekolah dekat dengan lingkungan yang berisiko kekerasan seperti pasar, terminal, tongkrongan geng, menjadi alasan para remaja melakukan tawuran.

Baca Juga:Menjaga Kesehatan Mental dengan Penggunaan Media Sosial Secukupnya, Ini Penjelasan Psikolog

Alasan eksternal lainnya termasuk tidak ada pengamanan atau pencegahan di lingkungan dan tidak ada wadah yang dapat menyalurkan energi mereka.

Berbicara fenomena tawuran remaja masa kini, Vera menyoroti adanya peran media sosial yang dapat mengakomodir kebutuhan mereka salah satunya menjadi perhatian banyak orang.

"Media sosial menjadi alat yang dapat mengakomodir kebutuhan remaja yang cenderung suka terhadap sensasi, ingin dianggap berani, rebel serta keren dan menjadi perhatian orang banyak," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak