Kedatangan mereka ke sini tetap diarahkan tujuannya untuk mendoakan para leluhur yang sudah meninggal. Karena banyak yang beranggapan kalau datang ke sini minta agar tujuannya tercapai.
"Minta itu kepada Allah SWT. Kita tetap arahkan yang mau ziarah ke sini kalau tujuannya untuk mendoakan," sambung dia.
Biasanya itu mereka ke sini ziarah dengan kirim doa ke para leluhur yang dimakamkan di sini, kemudian minta doa kepada yang maha kuasa.
"Jadi tidak minta ke makam ini. Memang banyak yang masih tidak memahami, itu yang salah," paparnya.
Baca Juga:Caleg Wajib Catat! Rumah Sakit Jiwa Kota Solo Siapkan Belasan Bangsal Jika Depresi Gagal Menang
Pengunjung yang datang ke Astana Mangadeg ini satu bulan bisa mencapai 1.500-2.000 pengunjung. Mereka datang dari berbagai daerah, ada yang dari luar Jawa dan luar negeri, seperti Sydney, Australia.
"Biasanya datang itu rombongan dan ramainya itu pas liburan, hari sabtu atau minggu," ucapnya.
Suratno menambahkan dulu banyak yang datang ke sini itu malam terus pulang pagi. Sekarang tidak ada dan seperlunya saja ziarah.
"Kadang-kadang ada, tapi sekarang tidak ada. Seperlunya saja, ziarah kirim doa terus selesai," pungkas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga:Profil Mangkunegara VI, Pemimpin Surakarta dan Pejuang Kemerdekaan