"Saat saya keluar itu memang ada serangan tapi kali ini yang kejam sekali," imbuhnya.
Dari awal keluar hingga sekarang belum pulang lagi ke Gaza, karena kondisi saat ini. Apalagi untuk masuk keluar masuk ke sana juga susah, belum tentu juga bisa masuk ke Gaza tapi tidak bisa kembali lagi ke sini untuk kuliah.
Ganggu Aktivitas Kuliah
Kondisi Gaza saat ini pastinya menganggu rakyat Palestina yang ada di luar negeri termasuk di Solo ini. Karena jika ingin fokus kuliah atau mengerjakan tugas dan dapat kabar tidak baik dari Gaza tidak bisa melanjutkan.
Baca Juga:Universitas Surakarta Bukan UNS, Ini Bedanya dengan Universitas Sebelas Maret
"Pas paman meninggal itu, saya mau belajar atau apa tidak bisa fokus. Pastinya sangat menganggu," jelas dia.
Hal senada juga disampaikan mahasiswa UNS asal Palestina, Doaa Jameel Alramlawi (29) yang tidak bisa menghubungi keluarganya di Gaza.
"Banyak yang tidak dihubungi, kalaupun bisa kira-kira tiga sampai lima hari sekali baru bisa dihubungi," papar mahasiswa S2 Administrasi Publik ini.
Mereka berdua pun mengucapkan terima kasih kepada UNS yang telah memberikan beasiswa. Sehingga bisa buat melanjutkan kuliah dan melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi umat Islam.
"Senang sekali karena Indonesia dan Palestina adalah saudara. Jadi ini bentuk persaudaraan dua bangsa yang sama-sama muslim," tandas mereka.
Kontributor : Ari Welianto